Sikap Tegas Indonesia! Tak Ikut Dukung Resolusi PBB yang Kecam Iran

2 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah Indonesia memutuskan tidak menjadi pengusul bersama (co-sponsor) dalam Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa terkait meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran.

Keputusan tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Nabyl A. Mulachela, dalam konferensi pers pada Jumat (13/3/2026). Menurutnya, Indonesia menilai resolusi tersebut belum sepenuhnya mencerminkan prinsip keberimbangan dalam menyikapi konflik yang sedang terjadi.

“Jadi memang kita mengikuti bahwa dalam resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2817, Indonesia tidak menjadi co-sponsor,” jelas Nabyl.

Resolusi yang dimaksud adalah Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2817 yang diadopsi oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Rabu (11/3). Resolusi tersebut mengecam aksi militer Iran yang dianggap melancarkan serangan ke wilayah sejumlah negara di Timur Tengah di tengah meningkatnya eskalasi konflik kawasan.

Dalam dokumen tersebut, DK PBB mengecam serangan Iran di beberapa negara seperti Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Yordania. Dewan juga mengutuk keras serangan yang menargetkan kawasan permukiman serta objek-objek sipil.

Selain itu, resolusi tersebut mendesak Iran untuk segera menghentikan ancaman maupun provokasi yang dinilai dapat mengganggu keamanan jalur perdagangan maritim di kawasan Timur Tengah.

Resolusi ini akhirnya disahkan setelah 13 dari 15 anggota DK PBB menyatakan dukungan. Sementara dua anggota lainnya, yakni China dan Rusia, memilih abstain dalam proses pemungutan suara.

Meski demikian, hampir 140 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa ikut mendukung resolusi tersebut. Namun Indonesia tidak tercantum sebagai salah satu negara pengusul bersama dalam dokumen itu.

Nabyl menjelaskan bahwa Indonesia tetap menghargai upaya penyusunan resolusi yang dilakukan secara inklusif oleh negara-negara anggota. Namun menurutnya, prinsip keberimbangan sangat penting agar keputusan yang dihasilkan tidak hanya tegas tetapi juga adil bagi semua pihak yang terlibat dalam konflik.

Lebih lanjut, Indonesia menegaskan bahwa pendekatan diplomasi tetap menjadi jalan utama untuk meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah, khususnya dalam konflik yang melibatkan Iran serta negara-negara lain di kawasan tersebut.

“Dalam hal ini, Indonesia berpandangan upaya-upaya untuk menyelesaikan konflik perlu tetap dilakukan secara damai dan melalui jalur diplomasi, tapi juga mengedepankan aspek keberimbangan dan inklusivitas,” tutupnya.

2 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Ronalds Petrus Gerson
Apresiasi untuk Ronalds Petrus Gerson

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU