HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketegangan geopolitik di kawasan Teluk memanas setelah pejabat Iran secara terbuka menantang Amerika Serikat (AS) untuk kirim kapal perang ke Selat Hormuz. AS ditantang untuk mengirim Kapal Induk USS Abraham Lincoln.
Pernyataan itu muncul di tengah polemik terkait klaim pemerintah AS mengenai pengawalan kapal tanker minyak yang disebut berhasil melintasi Selat Hormuz di bawah perlindungan militer AS.
Kontroversi itu merujuk unggahan Menteri Energi AS, Chris Wright di media sosial yang menyebut sebuah kapal tanker minyak telah melewati Selat Hormuz dengan pengawalan Angkatan Laut AS.
Namun, klaim tersebut segera dibantah keras oleh pihak Iran. Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Alireza Tangsiri, menegaskan kembali bahwa Iran tak akan mengizinkan kapal yang berkaitan dengan AS dan Israel melintas di Selat Hormuz.
“Sejak awal perang, kami telah mengumumkan—dan kami ulangi lagi—bahwa tidak ada kapal yang terkait dengan agresor terhadap Iran yang berhak melewati Selat Hormuz. Jika Anda ragu, mendekatlah dan ujilah,” kata Tangsiri dikutip dari kantor berita WANA, Rabu (11/3/2026).
Tangsiri menyindir klaim pemerintah AS yang mengawal armada militer untuk mengawal kapal di Selat Hormuz adalah salah.
“Klaim bahwa sebuah kapal tanker minyak melewati Selat Hormuz di bawah pengawalan militer AS sepenuhnya salah. Setiap pergerakan armada AS dan sekutunya akan dihentikan dalam jangkauan rudal dan drone Iran,” jelas Tangsiri.
Tak lama setelah bantahan dari Iran muncul, unggahan Chris Wright di media sosial tiba-tiba dihapus. Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, kemudian mengonfirmasi bahwa tidak ada operasi pengawalan militer AS terhadap kapal tanker di Selat Hormuz.
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Iran, Ebrahim Rezaei, bahkan melontarkan tantangan langsung kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Rezaei menantang Trump agar mengirimkan Kapal USS Abraham Lincoln ke Selat Hormuz untuk mengawal kapal tanker.
“Tuan Trump! Jika Anda tidak menggertak dan Anda tidak takut, kirimkan USS Abraham Lincoln (CVN-72) ke Selat Hormuz dan kawal sebuah kapal tanker,” kata Rezaei.
Konflik AS-Israel vs Iran berdampak langsung terhadap pasar energi global. Harga minyak mentah sempat berfluktuasi hanya dalam hitungan jam setelah klaim AS soal pengawalan kapal tanker di Selat Hormuz.
Setelah unggahan Menteri Energi AS muncul, harga minyak dunia sempat turun hingga 8,3 persen. Tapi, setelah klaim tersebut dibantah dan unggahan dihapus, harga minyak kembali melonjak sekitar 5,5 persen.



