HOLOPIS.COM, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dan kembali ke zona hijau pada penutupan perdagangan Selasa sore (10/3/2026). Penguatan ini terjadi setelah pasar saham domestik mengalami tekanan cukup dalam pada perdagangan sehari sebelumnya.
Berdasarkan data RTI yang dihimpun Holopis.com, indeks saham domestik itu naik 103,543 poin atau setara 1,41 persen ke posisi 7.440,913. Sejak pembukaan perdagangan pagi, indeks acuan pasar saham Indonesia itu sudah bergerak di zona hijau.
Pada awal sesi, IHSG sempat dibuka di level 7.443,046. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak dalam rentang level terendah 7.372 dan tertinggi di posisi 7.499.
Aktivitas perdagangan saham juga tercatat cukup tinggi. Total volume saham yang diperdagangkan mencapai 34,200 miliar lembar dengan nilai transaksi sebesar Rp17,582 triliun.
Sementara itu, kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp13.369,216 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.968.619 kali. Tercatat sebanyak 531 saham tercatat menguat. Di sisi lain, 182 saham melemah dan 104 saham lainnya bergerak stagnan.
Penguatan IHSG ini terjadi setelah pada perdagangan Senin (9/3/2026) indeks sempat ditutup turun cukup dalam sebesar 3,27 persen. Meski demikian, pada saat pelemahan tersebut investor asing masih mencatatkan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp750 miliar.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman sebelumnya mengatakan, bahwa IHSG memang memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan menuju ke level psikologis berikutnya.
“IHSG berpotensi rebound ke 7.500. Tapi hati-hati karena masih rentan koreksi lanjutan. Diperkirakan support IHSG 7.200-7.300 dan resist IHSG 7.400-7.500,” ungkap Fanny dalam analisis hariannya, dikutip Holopis.com, Selasa (10/3/2026).
Di tengah dinamika pasar domestik, sentimen global juga turut mempengaruhi pergerakan bursa. Indeks saham utama di Wall Street tercatat berbalik menguat pada penutupan perdagangan Senin (9/3/2026).
Penguatan tersebut terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi sinyal bahwa perang melawan Iran kemungkinan akan segera berakhir.
Tercatat indeks S&P 500 naik 0,83 persen, Dow Jones Industrial Average menguat 0,5 persen, sementara Nasdaq Composite melonjak 1,38 persen.
Namun, kondisi berbeda justru terjadi di kawasan Asia. Sejumlah bursa utama tercatat kompak melemah pada perdagangan yang sama.
Indeks Nikkei 225 Jepang turun 5,2 persen, Hang Seng Hong Kong melemah 1,4 persen, dan Taiex Taiwan merosot 4,4 persen. Penurunan tajam juga terjadi pada indeks Kospi Korea Selatan yang anjlok 6 persen serta ASX 200 Australia yang turun 3 persen.
Selain itu, indeks FTSE Straits Times melemah 1,9 persen dan FTSE Malay KLCI berkurang 2,6 persen.
Meski dihadapkan pada tekanan regional, rebound IHSG pada perdagangan hari ini menunjukkan optimisme pelaku pasar domestik yang masih cukup kuat, terutama dengan adanya arus beli investor asing di sejumlah saham energi dan komoditas.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...