Valrhona Bangun ‘Hutan Kakao’ di Tabanan, Pusat Edukasi Pertama di Asia

1 Shares

HOLOPIS.COM, TABANAN – Perusahaan cokelat premium asal Prancis, Valrhona, resmi menggandeng grup komunitas lokal Nyanyi Bali untuk menghadirkan Valrhona Cocoa Forest di Tabanan, Bali. Kawasan seluas satu hektare ini menjadi pusat pembelajaran kolaboratif berbasis perkebunan kakao pertama milik Valrhona di wilayah Asia.

Proyek ini terbilang unik karena mengadopsi sistem agroforestri tradisional Bali yang menggabungkan lebih dari 10 varietas kakao dengan tanaman endemik Indonesia. Alih-alih perkebunan monokultur biasa, area ini dirancang menyerupai hutan hujan untuk menjaga ekosistem dan regenerasi tanah.

Managing Director Nyanyi Bali, Made Ariani Siswanto, menegaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan menempatkan produk kakao lokal pada posisi yang lebih terhormat di mata dunia.

“Kami ingin memastikan setiap generasi mewarisi tanah dalam kondisi lebih baik. Melalui program edukasi kuliner ini, kami yakin rasa hormat terhadap alam adalah fondasi gastronomi yang unggul,” ujar Ariani dalam keterangan resminya, Selasa (3/3).

Kemitraan ini akan fokus pada dua jalur pengembangan yang saling melengkapi. Pada sisi hulu, kolaborasi ini berupaya mengembangkan pasokan biji kakao fermentasi berkualitas tinggi agar petani lokal mampu menembus pasar cokelat premium global.

Sementara pada sisi hilir, penguatan ekosistem gastronomi dilakukan melalui program pendidikan Nyanyi Bali bagi para pelajar serta pelatihan teknis bagi profesional kuliner lewat program École Valrhona.

- Advertisement -

Head of Strategic Growth Valrhona, Emmanuelle Brun, menyampaikan ambisinya untuk meningkatkan derajat cokelat di Bali setara dengan kopi.

“Kami ingin cokelat tidak sekadar dikonsumsi, tapi dipelajari dan diapresiasi asal-usulnya. Melalui pusat pembelajaran ini, kami melibatkan semua pihak dari petani hingga chef untuk membangun industri yang berkelanjutan,” kata Emmanuelle.

Inisiatif ini juga telah meraih pengakuan sebagai Slow Food Farm, sebuah apresiasi internasional untuk sistem pangan yang dianggap bersih dan adil bagi komunitas. Dengan status Indonesia sebagai produsen kakao terbesar ketujuh di dunia, proyek di Tabanan ini diharapkan menjadi prototipe baru bagi pariwisata gastronomi yang bertanggung jawab di tingkat global.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dede Suhadi
Ronalds Petrus Gerson
Dede Suhadi, Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU