Indonesia Jadi ‘Runner-Up’ Pertumbuhan Wisata di ASEAN

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana memaparkan capaian signifikan sektor pariwisata Indonesia sepanjang tahun 2025 serta arah kebijakan strategis untuk tahun 2026.

Dalam pertemuan bersama Harvard Indonesian Student Association (HISA) di Jakarta, Selasa (20/1/2026), Menpar mengungkapkan optimisme terhadap pertumbuhan pariwisata nasional yang melampaui target.

Hingga November 2025, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia tercatat mencapai 13,98 juta. Angka ini diproyeksikan akan menyentuh 15,34 juta kunjungan pada akhir Desember 2025, melampaui target batas atas yang ditetapkan pemerintah sebesar 15 juta kunjungan.

Peningkatan kuantitas ini diikuti oleh kualitas belanja wisatawan. Rata-rata pengeluaran per kunjungan meningkat menjadi 1.259 dolar AS, melampaui target awal sebesar 1.220 dolar AS. Dampaknya, penerimaan devisa pariwisata diproyeksikan menembus angka 18,53 miliar dolar AS pada akhir tahun 2025.

Menpar Widiyanti menjelaskan bahwa Indonesia saat ini menempati peringkat kedua tertinggi di kawasan ASEAN dalam hal laju pertumbuhan pariwisata. Meski secara volume absolut masih berada di peringkat kelima, Indonesia menunjukkan daya saing yang kuat di sektor pertumbuhan.

“Jika kita membandingkan dengan negara tetangga secara setara, yakni dengan mengecualikan data pelancong harian (ekskursionis), pertumbuhan Indonesia sangat kompetitif,” ujar Menpar.

- Advertisement -

Menghadapi tahun 2026, Kementerian Pariwisata telah mengkurasi lima program prioritas untuk memperkuat ekosistem pariwisata nasional. Salah satu pilar utamanya adalah implementasi Tourism 5.0 yang berfokus pada transformasi digital melalui pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi layanan dan pemasaran.

Selain itu, pemerintah melakukan skalasi kualitas terhadap 6.100 desa wisata yang kini menjadi pilar utama pariwisata berbasis masyarakat. Strategi ini juga mencakup pengembangan Paket Wisata Tematik yang merambah sektor seni, desain, dan tekstil, di samping wisata bahari dan kesehatan (wellness) untuk menggaet wisatawan kelas atas (high-end).

Dari sisi aksesibilitas, Kemenpar melakukan tinjauan regulasi dan pemberian insentif pada konektivitas udara guna menekan harga tiket domestik agar lebih kompetitif. Terakhir, program Event by Indonesia terus diperkuat dengan peningkatan skala dan standar keamanan pada setiap penyelenggaraan kegiatan nasional maupun internasional.

Pemerintah juga fokus menyelesaikan sejumlah tantangan utama, di antaranya kebijakan visa yang lebih seimbang antara pendapatan negara dan daya tarik regional, pengelolaan lingkungan untuk mencegah overtourism, serta penanganan sampah di destinasi prioritas.

Sektor pariwisata juga ditargetkan menjadi mesin penggerak lapangan kerja, dengan target penyerapan tenaga kerja meningkat menjadi 26,53 juta orang pada tahun 2026 melalui program upskilling berkelanjutan.

“Visi kami adalah memastikan pariwisata menjadi kekuatan bersama yang menghadirkan kesejahteraan dan kebanggaan nasional,” pungkas Menpar Widiyanti.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dede Suhadi
Ronalds Petrus Gerson
Dede Suhadi, Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU