HOLOPIS.COM, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) resmi menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, termasuk Pertamax, yang mulai berlaku 1 Januari 2026. Kebijakan ini menjadi kabar baik bagi masyarakat di awal tahun, terutama bagi pengguna BBM berkualitas tinggi.
Berdasarkan laman resmi Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading Pertamina, Kamis, harga Pertamax (RON 92) di wilayah Jakarta turun menjadi Rp12.350 per liter, dari sebelumnya Rp12.750 per liter pada Desember 2025.
Tak hanya Pertamax, sejumlah BBM non-subsidi lainnya juga mengalami penurunan harga. Pertamax Turbo (RON 98) kini dijual Rp13.400 per liter, turun dari Rp13.750 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 dibanderol Rp13.150 per liter, dari sebelumnya Rp13.500 per liter.
Dexlite dan Pertamina Dex Turun Signifikan
Penurunan harga cukup signifikan juga terjadi pada BBM jenis solar non-subsidi. Dexlite kini dijual Rp13.500 per liter, turun dari Rp14.700 per liter. Sedangkan Pertamina Dex turun menjadi Rp13.600 per liter, dari sebelumnya Rp15.000 per liter.
Namun, untuk BBM bersubsidi, Pertamina memastikan tidak ada perubahan harga. Pertalite (RON 90) tetap dijual Rp10.000 per liter, dan Solar Subsidi tetap Rp6.800 per liter.
Alasan Penurunan Harga
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Robert Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM ini dilakukan secara berkala dengan mengacu pada formula harga dari pemerintah.
“Penyesuaian harga ini kami lakukan secara berkala, dan tetap menjadikan harga Pertamax Series dan Dex Series sebagai yang paling kompetitif,” ujar Robert.
Ia menambahkan, penetapan harga juga mengikuti tren harga rata-rata minyak dunia, seperti publikasi Argus atau Mean of Platts Singapore (MOPS), serta mempertimbangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Pertamina juga mengingatkan bahwa harga BBM dapat bervariasi di setiap daerah, tergantung pada besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan masing-masing provinsi.
Berikut daftar harga BBM Pertamina di Jakarta per 1 Januari 2026:
- Pertalite: Rp10.000 per liter (tetap)
- Solar Subsidi: Rp6.800 per liter (tetap)


