JAKARTA, Holopis.com – Drone AGRA30 buatan anak bangsa mempercepat penyemprotan sawah hingga 5 kali lebih cepat, efisien, hemat biaya, dan menguntungkan petani.
Transformasi pertanian modern Indonesia kembali menunjukkan lompatan signifikan melalui hadirnya drone pertanian AGRA30, inovasi hasil kolaborasi anak bangsa yang dikembangkan oleh BRMP Mektan bersama Aerotron Industries.
Teknologi ini menjadi sorotan karena mampu mempercepat proses penyemprotan dan pemupukan lahan hingga lima kali lebih cepat dibanding metode konvensional.
AGRA30 hadir sebagai jawaban atas kebutuhan percepatan mekanisasi pertanian nasional, terutama di wilayah pengembangan lumbung pangan baru seperti Merauke yang memiliki hamparan lahan luas.
Dengan kapasitas tangki 30 liter, drone ini dirancang untuk mendukung efisiensi kerja di lapangan, baik untuk penyemprotan pestisida, pupuk cair, maupun penyebaran benih dan pupuk granular.
Dalam satu kali operasional, AGRA30 mampu menjangkau area 1 hingga 2 hektare, dengan efisiensi kerja mencapai 5,36 hektare per jam.
Angka ini dinilai jauh lebih tinggi dibandingkan metode manual maupun penyemprotan menggunakan alat konvensional, yang umumnya membutuhkan waktu dan tenaga kerja lebih besar.
Keunggulan lain dari AGRA30 terletak pada fungsi gandanya sebagai sprayer dan spreader.
Dengan sistem sebaran 360 derajat, drone ini mampu mendistribusikan bahan pertanian secara lebih merata dan presisi. Hal ini tidak hanya meningkatkan efektivitas penggunaan pupuk dan pestisida, tetapi juga mengurangi potensi pemborosan input produksi yang selama ini menjadi tantangan di sektor pertanian.
Dari sisi teknologi, AGRA30 telah dilengkapi dengan sensor ketinggian serta sistem penghindar hambatan yang membuatnya mampu beroperasi secara stabil di berbagai kondisi lahan.
Fitur ini memungkinkan drone tetap aman digunakan meskipun pada area yang tidak rata atau memiliki vegetasi tinggi, sehingga sangat cocok untuk kondisi pertanian di Indonesia yang beragam.
Penerapan teknologi ini juga mendapat perhatian dalam kunjungan kerja Menteri Pertanian di kawasan pertanian Merauke, Papua Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pertanian menyaksikan langsung bagaimana berbagai alat dan mesin pertanian modern telah diimplementasikan di lapangan, termasuk penggunaan drone AGRA30 dalam kegiatan budidaya padi.
Penggunaan teknologi ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi kerja sekaligus mempercepat proses produksi pertanian secara keseluruhan.
Modernisasi pertanian yang terus didorong pemerintah tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada efisiensi biaya dan peningkatan kesejahteraan petani.
Melalui mekanisasi, biaya produksi di sektor pertanian disebut dapat ditekan hingga sekitar 50 persen, terutama melalui pengurangan ketergantungan pada tenaga kerja manual.
BRMP Mektan menegaskan bahwa pengembangan AGRA30 merupakan bagian dari upaya strategis untuk mempercepat transformasi pertanian Indonesia menuju sistem yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.
Selain melakukan pengembangan teknologi, lembaga ini juga fokus pada pengujian, standardisasi, dan pendampingan penggunaan alat mesin pertanian agar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Kolaborasi dengan industri dalam negeri seperti Aerotron Industries menjadi langkah penting dalam memperkuat kemandirian teknologi pertanian nasional.
Dengan dukungan riset dan rekayasa teknologi, diharapkan semakin banyak inovasi alat mesin pertanian yang lahir dari dalam negeri dan mampu bersaing di tingkat global.
Ke depan, pemerintah menargetkan perluasan pemanfaatan teknologi seperti AGRA30 di berbagai sentra produksi pangan nasional.
Tidak hanya di Merauke, tetapi juga di wilayah lain yang memiliki potensi pertanian besar.
Harapannya, adopsi teknologi ini dapat meningkatkan indeks pertanaman, mempercepat masa tanam, serta mendukung tercapainya swasembada pangan berkelanjutan.
Dengan hadirnya AGRA30, wajah pertanian Indonesia perlahan berubah. Dari yang sebelumnya bergantung pada cara-cara tradisional, kini bergerak menuju era digital dan otomatisasi.
Bagi petani, ini bukan sekadar perubahan alat, tetapi sebuah lompatan besar menuju efisiensi, produktivitas, dan keuntungan yang lebih nyata di lapangan.


