HOLOPIS.COM, JAKARTA – Indonesia, melalui pesona budaya Jawa, kini tengah merancang pengalaman wisata yang tak hanya memanjakan mata, tetapi juga menenangkan jiwa. Pusat perhatian kali ini adalah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang dipromosikan sebagai surga wellness dan budaya terbaru bagi wisatawan global.
Di bawah payung program “Mindful Indonesia: Culture, Calm, and Connection,” Kementerian Pariwisata (Kemenpar) baru-baru ini mengajak sejumlah agen perjalanan terkemuka dari Singapura untuk menyelami langsung “ritual ketenangan” khas Jawa. Tujuannya jelas yaitu menggabungkan kebijaksanaan budaya kuno dengan kebutuhan modern akan ketenangan diri.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, mengungkapkan bahwa tren wellness tourism semakin diminati, dan Indonesia siap menawarkan paket unik yang tak sekadar spa biasa. “Kami ingin menunjukkan bahwa di balik keindahan alam dan warisan budaya, terdapat filosofi Jawa yang sangat relevan untuk kesehatan mental dan spiritual,” ujar Made.
Selama empat hari, para delegasi Singapura disuguhi rangkaian pengalaman yang mendalam dan hands-on. Perjalanan dimulai di Yogyakarta, dengan kunjungan ke Museumku Grabah yang mengubah seni kerajinan tradisional menjadi pengalaman modern yang interaktif.
Puncak eksplorasi spiritual terjadi di Jogja Culture Wellness Festival (JCWF), tempat peserta merasakan langsung sensasi healing booth dan bahkan berpartisipasi dalam shamanic workshop, sebuah pendekatan unik dalam penyembuhan diri yang berakar pada tradisi lokal.
Ketenangan berlanjut di Griya Bianti, sebuah wellness sanctuary yang memperkenalkan konsep eco pounding dan perawatan spa berbasis filosofi Jawa kuno, serta aktivitas budaya Remen Jawi yang mengajak peserta lebih dekat dengan hati kebudayaan Jawa.
Perjalanan bergeser ke Solo, yang menawarkan perpaduan heritage dan terapi sensorik. Di Rumah Atsiri Indonesia dan Atsiri Jawa, peserta diajak menyelami dunia aromaterapi. Mereka mengikuti tur museum dan workshop interaktif, mempelajari rahasia ramuan minyak atsiri yang dipercaya membawa manfaat kesehatan dan ketenangan.
Solo juga menjadi panggung bagi warisan adiluhung. Selain terpesona dengan keagungan Pura Mangkunegaran, para delegasi merasakan langsung pengalaman membatik di Kampung Batik Kauman. Membatik, yang menuntut kesabaran dan fokus, menjadi sesi meditasi aktif yang menghubungkan peserta dengan tradisi.
Made menambahkan bahwa kegiatan ini juga mencakup inspeksi ke sejumlah akomodasi untuk memastikan kesiapan hotel dalam merangkul konsep wisata mindful ini. Harapannya, kolaborasi erat dengan mitra Singapura dapat segera melahirkan paket-paket wisata tematik yang menjadikan Indonesia, khususnya Jawa, sebagai “Mindful Destination of the World.”
Dengan perpaduan ritual kuno, seni interaktif, dan terapi alam, Yogyakarta dan Solo tak hanya menjual destinasi, tetapi menawarkan janji ketenangan sejati yang siap menemukan kedamaian Anda di jantung Pulau Jawa.

