HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menolak bahwa dirinya mempunyai misi khusus dengan rencananya untuk masuk ke Partai Gerindra.
Budi Arie bahkan tidak terima jika dirinya dituding tengah mencari perlindungan ke Presiden Prabowo Subianto. Hal itu setelah sebelumnya nama Budi Arie sempat diduga berkaitan dengan kasus judi online.
Budi Arie kemudian berdalih bahwa dirinya hanya berniat untuk mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Karena kita ingin agenda-agenda politik Presiden Prabowo memiliki dukungan yang kokoh dari partai yang beliau pimpin, supaya sistem presidensial bisa berjalan efektif,” kata Budi Arie dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (6/10).
Mantan Menkominfo itu juga tidak terima dituduh sengaja meninggalkan Jokowi setelah lengser dari jabatannya sebagai Kepala Negara.
“Tidak ada itu. Projo sejak awal mendukung Prabowo-Gibran bukan karena ikut-ikutan, tetapi karena keyakinan terhadap kepemimpinan beliau,” kilahnya.
“Ini soal konsistensi dan penguatan pemerintahan, bukan soal pragmatisme,” imbuhnya.
Budi kemudian menambahkan, Projo akan tetap menjadi gerakan rakyat independen yang mendukung efektivitas pemerintahan dan stabilitas politik nasional.
Ia juga memastikan hubungan Projo dengan Presiden Jokowi tetap baik, meski kini fokus diarahkan untuk memperkuat pemerintahan Prabowo.

