HOLOPIS.COM, JAKARTA – Analis intelijen dan keamanan, Ngasiman Djoyonegoro menyerukan kepada Kepolisian Republik Indonesia dan aparat keamanan untuk meningkatkan kewaspadaannya, mengingat sejumlah kejadian dalam dua bulan terakhir mengindikasikan potensi ancaman keamanan dalam negeri.
Menurut pria yang akrab dipanggil Simon itu, ada faktor lingkungan strategis luar negeri dan dalam negeri yang mengindikasikannya.
“Kita lihat sekarang intensitas persaingan intervensi oleh Amerika Serikat versus China terhadap ekonomi dan kebijakan politik Indonesia dapat dikatakan meningkat. Mereka memperebutkan pengaruhnya di wilayah ASEAN, Kita Indonesia ini wilayah dan jumlah penduduknya terbesar di antara anggota lainnya,” kata Simon dalam keterangannya yang diterima Holopis.com, Kamis (30/10/2025).
Seiring dengan meningkatnya diplomasi Presiden Prabowo Subianto, sejumlah negara juga kini tengah meningkatkan intensitasnya untuk menargetkan Indonesia.
“Karena mereka juga ingin melihat dan memastikan bahwa investasi yang akan mereka taruh di Indonesia bakal aman. Nah, memastikan itu, bentuknya intervensi, minimal melalui operasi intelijen, maksimalnya melakukan tekanan politik hingga militer,” tuturnya.
Sementara dari sisi dalam negeri, Simon melihat dinamika politik yang belum stabil dimana antar kelompok elit politik belum terkonsolidasi mengindikasikan potensi untuk mengeskalasi setiap kejadian yang kontroversial.
“Beberapa kasus belakangan ini masih terlihat agenda elit untuk melakukan black campaign, delegitimasi dan degradasi peran kelompok elit lainnya. Sementar di tingkat akar rumput ada upaya untuk mebentur-benturkan sesuatu yang tidak perlu,” terang Simon.
Lebih lanjut, Simon juga melihat ada pola yang sama muncul seperti yang terjadi pada bulan Agustus hingga awal September lalu. Di mana elite di Indonesia banyak yang blunder memberikan reaksi dan respons yang bisa memicu gejolak publik.
“Pemerintah dan DPR kurang hati-hati dalam membuat kebijakan dan melaksanakan program. Ada respon yang kurang pas terhadap protes publik, saya kira ini pelajaran yang tidak perlu diulangi,” kata Simon.
Oleh sebab itu, Simon berharap kepada seluruh pihak untuk fokus pada peningkatan kualitas pelayanan publiknya. Sementara kepada aparat keamanan khususnya bidang intelijen baik BIN (Badan Intelijen Negara), BAIS (Badan Intelijen Strategis), maupun intelijen khusus di Kepolisian yakni Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri untuk meningkatkan deteksi dininya.
“Untuk aparat kepolisian dan intelijen saya berharap dapat meningkatkan kewaspadaannya dengan antisipasi dini, deteksi dini, identifikasi potensi dan wilayah, serta persiapan-persiapan yang diperlukan,” pungkasnya.

