JAKARTA – Pengamat politik sekaligus mantan birokrat Muhammad Said Didu berharap usai lengsernya Erick Thohir dari kursi Menteri BUMN, sebab di reshuffle oleh Presiden RI Prabowo Subianto, pada Rabu (17/9) kemarin, dapat menutup peluang bagi kelompok Geng Solo untuk mengambil keuntungan dengan gaji yang cukup besar dari BUMN tersebut.
“Saya berharap pintu masuk Geng Solo untuk apa namanya menjarah tanda kutip BUMN dengan gaji miliaran rupiah itu mulai tertutup gitu kan. Mulai tertutup karena Pak Erick Thohir sudah enggak ada,” kata Said dalam kanal YouTube Refly Harun, seperti dikutip Holopis.com, Kamis (18/9).
Ia mengatakan, sejak Prabowo menjabat sebagai Presiden, banyak politisi yang menduduki posisi penting di BUMN, terutama dari partai PSI seperti Giring dan Grace Natalie, sehingga memicu perhatian terhadap proses pengisian jabatan di perusahaan milik negara.
“Karena sejak Pak Prabowo jadi Presiden ini masih banyak sekali yang masuk gitu kan. Masih banyak sekali yang masuk, sepertinya kalau saya koordinasi. Nah, banyak sekali banyak seperti umpamanya Giring, siapa? Terutama PSI banyak sekali masuk, Grace Natalie, ya itu masuk semua,” ungkapnya.
Said pun meyakini bahwa masuknya orang-orang tersebut melalui pintu utama, yakni Erick Thohir saat ia masih menjabat sebagai Menteri BUMN.
“Dan sejak Prabowo juga masih banyak sekali yang masuk. Nah saya yakin betul bahwa pintunya itu adalah Erick Thohir,” tuturnya.
Dalam revisi Undang-Undang BUMN melalui lobi antara Dasco dan Erick Thohir, kata dia, seharusnya kewenangan Menteri BUMN itu dihapuskan. Namun, ia menjelaskan bahwa ada hal lain yang dipertimbangkan, maka kewenangan tersebut akhirnya tetap dipertahankan melalui jalur kompromi.
“Enggak mungkin enggak. Karena dalam Undang-Undang BUMN yang direvisi, nah saya perlu jelaskan dulu nih bahwa sebenarnya mungkin Pak Prabowo juga menggeser ini karena lobi Erick Thohir lah, sehingga harusnya di Undang-Undang BUMN yang direvisi itu, kewenangan Menteri BUMN sudah hilang harusnya. Tapi akhirnya kan diambil jalan tengah kan,” ujarnya.
“Akhirnya pada saat itu kan melakukan lobi kan adalah Dasco bersama Erick Thohir kan. Dan kita sudah dapat bocorannya semua, bahwa itu jalan tengah dipilih akhirnya menjadi banci kan,” lanjutnya.



