JAKARTA – Seorang pemuka agama di Israel, Rabbi Ronen Shaulov membuat heboh media sosial setelah video viralnya tersebar luas, dan ia diduga mengatakan bahwa anak-anak di Gaza memang harus mati kelaparan. Dalam sebuah video yang saat ini viral di media sosial, ia mengatakan bahwa anak-anak di Gaza memang harus mati kelaparan.
Meskipun video itu belum diketahui kebenarannya, namun kata-kata dalam video telah membuat banyak orang geram.
“Seluruh Gaza dan semua anak-anak di Gaza haris mati kelaparan. Sangat memalukan dan hina bahwa di negara kita, orang-orang membahas anak-anak kelaparan di Gaza,” kata Ronen di video viral tersebut, dikutip Holopis.com, Senin (4/8/2025).
Ia kemudian mengatakan bahwa rasa peduli masyarakat Israel dan Yahudi terkait penderitaan masyarakat Palestina adalah sesuatu yang memaluan. Hal tersebut karena menurutnya, orang-orang tidak seharusnya lupa dengan penderitaan yang mereka rasakan dalam serangan Hamas di 7 Oktober 2023 silam.
“Memalukan dan hina, bahwa orang-orang hanya dalam beberapa bulan, melupakan apa yang kita alami di sini pada 7 Oktober. Semua orang di Gaza, semua anak-anak di Gaza harus mati kelaparan karena apa yang masyarakat Gaza lakukan kepada para tawanan. Mereka membaut (tawanan) kelaparan, dan melakukan kekerasan,” lanjutnya.
Ia pun meningatkan para korban Israel yang disandera Hamas juga dulunya merupakan anak-anak. Ia protes bahwa orang-orang yang protes dengan kelaparan warga Gaza, juga harus memikirkan bagaimana penderitaan para tawanan Israel di sana.
“Jadi jika kita membahas mereka yang kelaparan, mereka juga harus membahas para tawanan yang kelapran, atau tentang orang tua yang kelaparan,” katanya.
Tidak Peduli dengan Masyarakat Gaza
Ronen kemudian secara blak-blakan mengatakan bahwa ia benar-benar tidak peduli dengan mereka yang sudah menumpahkan darah masyarakat Yahudi. Ia kemudian menjelaskan semua tudingan kriminal yang dilakukan oleh Hamas.
“Aku tidak ada rasa peduli apa pun, kepada mereka yang membuat masyarakat Yahudi berdarah, yang tidak melakukan apa-apa ke mereka. Diperkosa, dibunuh, dibakar, dimutilasi, dan foto mutilasinya diambil. Melakukan hal-hal yang bahkan tidak dilakukan kepada hewan,” katanya.
Tak tanggung-tanggung, ia mengatakan anak-anak di Gaza adalah para teroris di masa yang akan datang.
“Hanya 5th column yang bodoh yang membenci Israel, dan menghasihani para teroris masa depan, meskipun saat ini mereka masih kecil, dan saya harap kelaparan. Semoga mereka kelaparan sampai meninggal,” pungkasnya.
Video viral ini kemudian langsung dikecam banyak orang. Seorang netizen mengatakan bahwa ia telah menyebarkan pola piir genosida yang sangat berbahaya.
“Ini bukan pernyataan yang sembrono, melainkan pola pikir genosida yang dibagikan secara terbuka, dirayakan, dan diperkuat. Ini bukan perang, ini pemusnahan,” kata @turthleaks_.
Ada juga netizen yang mengatakan bahwa ini bukan pola pikir Yahudi, namun zionisme yang dibalut dalam kostum Yudaisme.
“Orang ini tidak mewakili Yudaisme, mereka mewakili Zionisme dengan kostum Yudaisme,” kata @jlp_christians.


