Habib Syakur : Reuni Fakultas Kehutanan UGM Angkatan 80 Clear Case Ijazah Jokowi

0 Shares

JAKARTA – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid menilai bahwa kegiatan Reuni ke 45 Tahun Angkatan 80 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), bisa jadi penegasan bahwa polemik ijazah Jokowi yang dinilai palsu selesai.

Hal ini karena kegiatan tersebut selain dihadiri oleh para alumni Fakultas Kehutanan UGM, namun juga diunggah di situs resmi kampus tertua di Yogyakarta tersebut.

“Saya kira kehadiran Pak Jokowi di sana untuk mengakhiri isu ijazah beliau palsu. Apalagi kan diposting juga di situs resmi kampus. Saya kira clear case ya, ini mengafirmasi,” kata Habib Syakur, Minggu (27/7/2025).

Ditambah lagi, persoalan isu bahwa ijazah Jokowi palsu dan dicetak di Pasar Pramuka Pojok juga bisa selesai. Terlebih semua informasi tersebut hanya sebatas katanya. Tidak ada bukti autentik bahwa peristiwa percetakan ijazah Fakultas Kehutanan UGM atas nama Joko Widodo dilakukan di sana.

“Sejauh ini kan katanya. Beathor juga dapat info dari orang. Lalu siapa yang memiliki informasi valid pun tak muncul sampai saat ini. Artinya ini kan masih praduga, bisa jadi benar dan salah. Tapi kok rasanya lebih banyak salahnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, dengan situasi polemik ijazah yang terus menerus digaungkan oleh sejumlah kalangan, Habib Syakur semakin yakin bahwa Ijazah Jokowi asli. Bahkan ia mendukung langkah tegas dan konkret dari Presiden Republik Indonesia ke 7 tersebut untuk menuntaskannya di meja hijau.

- Advertisement -

Sebab dirinya sama sekali tak yakin, ketika sekelompok pihak yang mempermasalahkan ijazah Jokowi tersebut ditunjukkan ijazah aslinya, tak akan dapat mengakhiri tudingan yang membabi buta tersebut.

“Nggak mungkin selesai, sekalipun ijazah Pak Jokowi dilihatkan langsung. Ya penyelesaiannya saya kira memang hanya di persidangan. Biar hakim yang memutus. Kan Bareskrim kemarin sudah tuh (melakukan audit forensik -red),” tegasnya.

Di sisi lain, ulama asal Malang Raya ini pun menyarankan agar para pendengung ijazah Jokowi palsu agar tidak menyebut dikriminalisasi ketika faktanya mereka malah menjadi tersangka atas aduan yang dibuat Jokowi di Polda Metro Jaya.

“Ya harapannya jangan teriak kriminalisasi. Kan mereka sudah menghardik keluarga Pak Jokowi, menghina sehina-hinanya. Ya kalau Pak Jokowi lawan balik dan itu memang ijazah beliau asli, kan mereka juga harus siap terhina sehina-hinanya karena nebar dan hoaks selama fitnah 3 tahun terakhir ini,” pungkasnya.

Sekadar diketahui Sobat Holopis, bahwa Joko Widodo telah melaporkan 5 orang di Polda Metro Jaya. Mereka antara lain ; Roy Suryo, Rismon Sianipar, Eggi Sudjana Mastal, Tiffauzia Tyassuma, dan Kurnia Tri Royani. Laporan tersebut dibuat Jokowi pada 30 April 2025 lalu.

Kemudian diketahui pula, bahw apada hari Sabtu 26 Juli 2025 lalu, Jokowi ditemani oleh Iriana menghadiri undangan Reuni Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada Gakultas Kehutanan (KAGAMAHUT) angkatan 1980 di Fakultas Kehutanan UGM, Yogyakarta.

Sebelumnya pula, Jokowi pun telah melakukan pemeriksaan oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya di kantor Mapolresta Surakarta pada hari Rabu, 23 Juli 2025. Pemeriksaan tersebut dilakukan dalam kapasitas Jokowi sebagai saksi pelapor atas kasus pencemaran nama baik dan ujaran kebencian terkait ijazah palsu Fakultas Kehutanan UGM.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU