IHSG Terjun Bebas, Saham-saham Konglomerat Kompak Berguguran

0 Shares

JAKARTA – Saham-saham emiten milik konglomerat berguguran pada perdagangan sesi I hari ini, Selasa (18/3). Hal itu terjadi seiring dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat anjlok lebih dari 5 persen.

Bahkan imbas dari penurunan tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) memicu penghentian perdagangan sementara untuk sementara selama 30 menit atau yang dikenal dengan istilah trading halt.

Berdasarkan data BEI pada pukul 11:19:31 WIB, IHSG merosot 5,02 persen ke level 6.146,91, menyentuh batas trading halt.

Sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator, BEI wajib memberlakukan penghentian perdagangan selama 30 menit untuk mengantisipasi gejolak pasar.

Berdasarkan keterangan resmi BEI, trading halt diberlakukan pada pukul 11:19:31 WIB dalam sistem Jakarta Automated Trading System (JATS).

Kebijakan ini merujuk pada Surat Keputusan Direksi BEI Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020, yang mengatur mekanisme penghentian perdagangan dalam kondisi darurat.

- Advertisement -

Perdagangan kembali dilanjutkan pada pukul 11:49:31 WIB tanpa perubahan jadwal transaksi hingga penutupan sesi I.

Namun, tekanan jual belum mereda. Bahkan hingga saat istirahat makan siang, indeks harga saham Indonesia itu semakin terperosok hingga mencapai 6,12 persen ke level 6.076,08.

Berdasarkan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Surat Perintah Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A Nomor S-274/PM.21/2020, BEI wajib menghentikan perdagangan jika IHSG turun lebih dari 5 persen dalam sehari.

Jika penurunan berlanjut hingga lebih dari 10 persen, perdagangan kembali dihentikan selama 30 menit.

Sementara itu, jika IHSG terjun bebas hingga lebih dari 15 persen, trading suspend dapat diberlakukan hingga akhir sesi atau lebih dari satu sesi dengan persetujuan OJK.

Di tengah tekanan jual yang semakin masif ini, sebanyak 650 saham mengalami pelemahan, dan hanya 73 saham yang mengalami kenaikan. Sedangkan di sisi lain, terdapat 234 saham yang stagnan.

Adapun saham-saham berkapitalisasi besar atau big cap milik konglomerat menjadi salah satu faktor utama yang menyeret IHSG ke zona merah.

Adapun salah satu emiten data center milik Toto Sugiri dan Anthoni Salim, yakni PT DCI Indonesia Tbk (DCII), terkena auto rejection bawah (ARB) 20 persen.

Saham milik Prajogo Pangestu juga berjatuhan, dengan PT. Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) terkena ARB 20 persen. Kemudian PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) merosot 16,33 persen, dan PT Petrosea Tbk (PTRO) anjlok 22,34 persen.

Tak cuma itu, saham properti milik Aguan dan Salim juga tak luput dari tekanan, yakni PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) yang turun 15,23 persen dan anak usahanya, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) anjlok 16,14 persen.

Saham energi Grup Sinarmas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga ikut melemah 5,60 persen pada perdagangan sesi I ini. Sementara saham tambang raksasa milik Grup Salim,PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) terkoreksi 3,94 persen akibat aksi jual investor.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Tim Penulis & Editor
Khoirudin Ainun Najib

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU