HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kementerian Luar Negeri Iran membantah adanya proses negosiasi dengan Amerika Serikat (AS), menanggapi klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sebelumnya menyebut telah tercapai poin-poin kesepakatan penting antara kedua negara. Pernyataan tersebut disampaikan pada Senin (23/3), sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi Iran.
“Sejumlah negara bersahabat baru-baru ini mengirimkan pesan kepada Iran yang menunjukkan keinginan Washington untuk memulai pembicaraan guna mengakhiri perang, tetapi Iran masih belum memberikan tanggapan,” ujar Esmaeil Baghaei, dikutip Holopis.com, Selasa (24/3).
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran itu juga menegaskan bahwa sikap Teheran, termasuk terkait Selat Hormuz serta syarat untuk mengakhiri konflik, tetap tidak berubah.
Penolakan terhadap klaim negosiasi juga disampaikan oleh Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf. Melalui platform media sosial X, ia menyebut tidak ada pembicaraan yang berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat.
“Tidak ada negosiasi yang telah dilakukan,” tulis Ghalibaf.
Sementara itu, juru bicara Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran, Ebrahim Rezaei, menyatakan bahwa perundingan dengan AS tidak bermakna dalam kondisi saat ini.
Sebelumnya, Trump menyampaikan bahwa dirinya telah memerintahkan penundaan selama lima hari terhadap rencana serangan ke fasilitas energi Iran. Ia mengklaim langkah tersebut diambil setelah adanya percakapan yang disebutnya sangat baik dan produktif dalam beberapa hari terakhir guna meredakan ketegangan.
Di sisi lain, sejumlah laporan menyebut adanya upaya komunikasi yang melibatkan pihak Iran dan Amerika Serikat, termasuk kemungkinan perundingan yang akan digelar di Islamabad, Pakistan, dalam waktu dekat.
Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan setelah serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang kemudian dibalas oleh Iran bersama sekutu regionalnya melalui serangan terhadap berbagai target di Timur Tengah.



