JAKARTA – Empat jurnalis yang bekerja untuk saluran berita Al Jazeera Qatar meninggal dunia setelah militer Israel pada Minggu (10/8) menyerang tenda mereka di depan Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza City.
Al Jazeera melaporkan bahwa jurnalis mereka yang bernama Anas Al-Sharif dan Mohammed Qreiqeh, beserta juru kamera Ibrahim Zaher dan Mohammed Noufal, tewas dalam serangan Israel di Gaza.
“Anas Al-Sharif dan Mohammed Qreiqeh, keduanya koresponden Al Jazeera, serta dua juru kamera, Ibrahim Zaher dan Mohammed Noufal, termasuk di antara korban,” kata Direktur Rumah Sakit Al-Shifa, Mohammed Abu Selmiya, dikutip Holopis.com, Senin (11/8).
Sumber-sumber pertahanan sipil Palestina mengatakan bahwa militer Israel secara langsung menargetkan tenda jurnalis, menewaskan keempat orang itu, sementara korban kelima tidak teridentifikasi karena tubuhnya hancur berkeping-keping.
Israel Klaim Korban Meninggal Dunia Terafiliasi dengan Hamas
Sementara itu, Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) mengatakan mereka membunuh Anas Al-Sharif di Gaza City dalam sebuah serangan, mengklaim korban terafiliasi dengan Hamas.
“Anas Al-Sharif menjabat sebagai kepala sel teroris dalam organisasi teroris Hamas dan bertanggung jawab atas serangan roket terhadap warga sipil Israel dan pasukan IDF,” kata Israel.
IDF mengatakan sejumlah dokumen yang ditemukan menunjukkan afiliasinya dengan Hamas, termasuk daftar tugas personel, daftar pelatihan teroris, direktori telepon, dan dokumen gaji.
Dibantah Al Jazeera
Namun media Al Jazeera membantah bahwa jurnalis mereka terafiliasi Hamas, dan mengatakan bahwa tidak ada bukti terkait Al-Sharif yang dituding terlibat dalam pertempuran apa pun.
Sementara itu sebelum meninggal dunia karena serangan Israel, Al-Sharif mengunggah video di platform media sosial X dan menunjukkan langit malam Gaza yang berwarna merah karena pengeboman dan dipenuhi suara ledakan. Ia mengatakan bahwa telah terjadi pengeboman tanpa henti, dan selama dua jam Israel sudah semakin intensif menyerang Gaza.



