Organisasi tersebut mengingatkan bahwa aparat maupun pihak mana pun tidak boleh menggunakan kekerasan secara sewenang-wenang.
Setiap tindakan yang berpotensi melanggar hak asasi manusia harus diperiksa secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
Tidak ingin insiden tersebut berlalu tanpa kejelasan, KontraS Aceh mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Polri, dan lembaga berwenang lainnya segera membentuk tim investigasi independen.
“Atas peristiwa tersebut, KontraS Aceh mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Polri, serta lembaga berwenang lainnya segera membentuk tim investigasi independen,” demikian pernyataan KontraS Aceh.
Investigasi dinilai penting untuk mengungkap secara transparan rangkaian kejadian, motif penembakan, hingga pihak-pihak yang harus bertanggung jawab.
KontraS juga meminta agar apabila ditemukan penyalahgunaan wewenang oleh aparat, proses hukum dilakukan secara adil tanpa pandang bulu.
Selain mengusut pelaku, perhatian terhadap kondisi korban juga menjadi tuntutan penting.
Warga yang mengalami luka-luka harus mendapatkan jaminan perawatan medis dan pemulihan akibat peristiwa tersebut.
Kasus penembakan di tengah perayaan Maulid Nabi ini pun menjadi sorotan karena menyangkut keselamatan warga sipil sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.
Kini, publik menunggu langkah Komnas HAM dan Polri untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di Pidie.
Dugaan keterlibatan oknum aparat, pemicu pengibaran bendera Bulan Bintang, serta kronologi penggunaan senjata api menjadi sejumlah pertanyaan yang harus dijawab melalui penyelidikan transparan.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!