Aktivis demokrasi Ray Rangkuti mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar tidak hanya melihat ancaman politik dari pihak-pihak di luar pemerintahan. Menurutnya, dinamika yang berpotensi mengganggu kekuasaan justru bisa muncul dari lingkungan internal pemerintahan sendiri.
Peringatan itu disampaikan Ray saat menanggapi dugaan penyadapan terhadap Presiden Republik Indonesia (RI 1). Ia menilai persoalan tersebut harus menjadi momentum bagi Prabowo untuk mengevaluasi cara pandangnya terhadap potensi gangguan politik.
“Ini perlu menjadi peringatan kepada Pak Prabowo dan ingatan bahwa cara beliau melihat gangguan politik itu selalu berasal dari luar sebetulnya tidak terlalu tepat,” kata Ray dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (5/11/2026).
Ia menilai ancaman dari dalam kekuasaan dapat menjadi persoalan yang lebih rumit untuk dihadapi dibandingkan gangguan yang berasal dari luar pemerintahan.
“Gangguan politik itu bahkan bisa lebih dahsyat datang dari internal kekuasaannya sendiri,” ujarnya.
Ray mengatakan, ketika gangguan muncul dari lingkungan internal, penanganannya dapat menjadi lebih sulit karena berkaitan dengan relasi dan kepentingan di dalam lingkaran kekuasaan.
“Dan ketika ia datang dari dalam, bahkan bisa lebih berat, lebih sulit ya untuk dihadapi ketimbang yang misalnya datang dari luar,” katanya.
Karena itu, Ray mendorong Prabowo untuk mulai memberikan perhatian lebih besar terhadap dinamika internal pemerintahannya.
Menurutnya, dugaan penyadapan tersebut semestinya menjadi bahan evaluasi bagi Presiden untuk mengidentifikasi potensi persoalan yang berasal dari orang-orang maupun kelompok yang berada di sekitar kekuasaan.
“Mulai lebih melihat ke internal ketimbang terus-menerus merisaki kekuatan-kekuatan politik di luar kekuasaan,” tutur Ray.





💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!