Dari Wakapolri ke Kepala Badan Reforma Agraria, Bisakah Dedi Prasetyo Atasi Konflik Lahan?

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

Mekanisme penyelesaian yang transparan dan memiliki dasar hukum menjadi penting agar keputusan yang diambil dapat diterima para pihak.

Apalagi, BRAN hadir ketika persoalan ketimpangan penguasaan tanah dan konflik agraria masih menjadi perhatian pemerintah maupun masyarakat sipil.

Di sisi lain, lembaga baru tersebut harus mampu bekerja tanpa tumpang tindih dengan kementerian dan lembaga yang sebelumnya sudah memiliki kewenangan di bidang pertanahan.

Perpindahan Dedi dari kursi Wakapolri ke Kepala BRAN akhirnya bukan sekadar pergantian jabatan.

Ia kini harus mengawal lembaga baru yang memiliki mandat besar di tengah persoalan agraria yang kompleks.

Pekerjaan tersebut sekaligus menjadi ujian bagi BRAN dalam menunjukkan bagaimana reforma agraria diterjemahkan menjadi kebijakan dan penyelesaian konkret di lapangan.

Dengan jumlah konflik yang masih tinggi dan persoalan pertanahan yang melibatkan banyak pihak, langkah awal Dedi dalam membangun BRAN akan menjadi perhatian.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--
YANG BARU