Mekanisme penyelesaian yang transparan dan memiliki dasar hukum menjadi penting agar keputusan yang diambil dapat diterima para pihak.
Apalagi, BRAN hadir ketika persoalan ketimpangan penguasaan tanah dan konflik agraria masih menjadi perhatian pemerintah maupun masyarakat sipil.
Di sisi lain, lembaga baru tersebut harus mampu bekerja tanpa tumpang tindih dengan kementerian dan lembaga yang sebelumnya sudah memiliki kewenangan di bidang pertanahan.
Perpindahan Dedi dari kursi Wakapolri ke Kepala BRAN akhirnya bukan sekadar pergantian jabatan.
Ia kini harus mengawal lembaga baru yang memiliki mandat besar di tengah persoalan agraria yang kompleks.
Pekerjaan tersebut sekaligus menjadi ujian bagi BRAN dalam menunjukkan bagaimana reforma agraria diterjemahkan menjadi kebijakan dan penyelesaian konkret di lapangan.
Dengan jumlah konflik yang masih tinggi dan persoalan pertanahan yang melibatkan banyak pihak, langkah awal Dedi dalam membangun BRAN akan menjadi perhatian.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...