Rekam Jejak Dedi
Dedi Prasetyo memiliki pengalaman panjang di institusi kepolisian sebelum dipercaya memimpin BRAN.
Lulusan Akademi Kepolisian 1990 tersebut pernah menduduki sejumlah jabatan strategis.
Di antaranya Kapolda Kalimantan Tengah, Kepala Divisi Humas Polri, Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia hingga Inspektur Pengawasan Umum Polri.
Pada Agustus 2025, Dedi ditunjuk sebagai Wakapolri menggantikan Komjen Ahmad Dofiri yang memasuki masa pensiun.
Pengalaman di berbagai posisi tersebut menjadi bagian dari rekam jejak Dedi dalam mengelola organisasi, melakukan pengawasan serta berkoordinasi dengan berbagai pihak.
Namun, memasuki dunia reforma agraria berarti menghadapi karakter persoalan yang berbeda.
Konflik tanah sering kali berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Penyelesaiannya bukan hanya soal menentukan siapa yang memiliki dokumen atau hak atas suatu bidang tanah, tetapi juga menyangkut dampak sosial dan ekonomi bagi pihak yang berada di lokasi konflik.
Karena itu, pekerjaan Dedi di BRAN bukan hanya membangun struktur organisasi.
Ia juga harus memastikan lembaga tersebut memiliki sistem untuk mengidentifikasi konflik, menentukan penanganan, mempertemukan para pihak dan mengawal hasil kesepakatan atau keputusan hingga benar-benar dapat diterapkan.
Kepercayaan publik juga menjadi bagian penting.
Dalam konflik agraria, setiap pihak tentu memiliki kepentingan dan versi masing-masing mengenai penguasaan sebuah lahan.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...