Setelah melalui proses pemeriksaan, Mushaf Al Quran Gontor kemudian dicetak secara mandiri oleh Percetakan Gontor.
Karena proses pembuatannya berlangsung sejak 2023 hingga hampir tiga tahun, mushaf tersebut kemudian menjadi salah satu karya yang dipersembahkan Gontor ketika memasuki abad kedua perjalanannya.
Dalam acara yang sama, Prabowo tidak hanya menerima Mushaf Al Quran Gontor.
Presiden juga mendapatkan buku berjudul Gontor untuk Indonesia.
Buku tersebut diserahkan oleh Pimpinan PMDG KH Hasan Abdullah Sahal.
Berbeda dengan mushaf yang menjadi karya kaligrafi para ustaz dan santri, buku tersebut berisi dokumentasi perjalanan, peran, serta sumbangsih alumni Gontor dalam berbagai bidang kehidupan di Indonesia.
Hasan menjelaskan, banyaknya alumni Gontor yang mengabdi di berbagai bidang membuat seluruh kiprah mereka tidak mungkin disebutkan satu per satu.
Karena itu, kontribusi tersebut dihimpun dalam buku Gontor untuk Indonesia.
“Kami serahkan Mushaf Al Quran Gontor dan buku Gontor untuk Indonesia,” ujar Hasan.
Menurut Hasan, penyerahan dua karya tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi Gontor kepada bangsa.
Kontribusi itu tidak hanya diwujudkan melalui lembaga pendidikan, tetapi juga melalui karya serta pengabdian para alumninya.
Ia menyebut perjalanan alumni Gontor dalam berbagai bidang menjadi bagian yang didokumentasikan melalui buku Gontor untuk Indonesia.
“Hasil alumni-alumni kami mengabdi di bangsa ini. Maka, kami menyampaikan sesuatu berupa buku hadiah Gontor untuk Indonesia dan meresmikan Mushaf Gontor,” tutur Hasan.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...