Menurut Ramaphosa, pemeriksaan semacam itu bukan sesuatu yang asing. Sejumlah industri dengan dampak besar terhadap keselamatan dan kesejahteraan manusia sudah menerapkan pengawasan serupa.
Ia mencontohkan sektor penerbangan, farmasi, tenaga nuklir, dan lembaga keuangan.
BRICS Diminta Bentuk Mekanisme Khusus
Dari forum BRICS, Ramaphosa mengusulkan pembentukan mekanisme internasional untuk evaluasi ilmiah independen terhadap AI.
Mekanisme tersebut, menurut dia, perlu ditopang prinsip “kendali manusia yang bermakna” serta kewajiban melaporkan insiden serius yang berkaitan dengan penggunaan AI.
“Kita tidak boleh sampai pada situasi di mana kemampuan teknologi telah melampaui kapasitas kita untuk memahami, mengawasi, dan mengendalikannya,” tegasnya.
Ia juga mendorong penerapan pengamanan yang semakin ketat seiring meningkatnya kemampuan AI.
Di sisi lain, Ramaphosa menilai negara-negara berkembang perlu memperkuat kapasitas AI secara mandiri agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi yang dikembangkan negara lain.
Dukung Usulan Xi Jinping
Ramaphosa turut menyambut usulan Presiden China Xi Jinping mengenai pembentukan ekosistem AI bagi negara-negara BRICS.
Afrika Selatan, kata dia, mendukung inisiatif tersebut.
Menurut Ramaphosa, kerja sama antarnegara BRICS dapat menjadi ruang untuk mengembangkan teknologi AI sekaligus membangun tata kelola yang memastikan manfaatnya bisa dirasakan lebih luas.
Pada akhirnya, ia menekankan bahwa perkembangan AI harus tetap berjalan beriringan dengan kemampuan manusia dalam memahami, mengawasi, dan mengendalikan teknologi tersebut.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...