Art & Bali 2026 Resmi Dibuka: Perkuat Bali Sebagai Magnet Kreativitas Dunia

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, TABANAN — Panggung seni Indonesia kembali menegaskan taringnya di kancah global lewat pembukaan helatan lintas disiplin Art & Bali 2026 yang digelar di Nuanu Creative City, Tabanan, Bali, Jumat (11/9/2026).

Acara yang berlangsung selama tiga hari hingga Minggu (13/9/2026) ini dirancang sebagai simpul pertemuan strategis bagi seniman, desainer, serta pelaku industri kreatif dari dalam dan luar negeri.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar hadir langsung membuka gelaran tersebut guna mendorong ekspansi talenta lokal ke pasar internasional.

“Indonesia memiliki kreativitas yang luar biasa, tetapi tidak cukup hanya berada di Indonesia. Kita membutuhkan platform internasional seperti hari mekah ini karena seni adalah sesuatu yang mengikat orang-orang bersama,” ujar Irene Umar dalam pidato pembukanya.

Mengusung tema utama Bridging Dichotomies, ajang ini menyoroti peleburan batas-batas perbedaan melalui dialog budaya dan eksperimen karya kontemporer.

Rangkaian agenda diisi oleh kolaborasi multi-disiplin yang mencakup pameran seni, instalasi publik, diskusi panel, lokakarya interaktif, pertunjukan budaya, hingga pasar kreatif.

Sorotan utama pertunjukan tertuju pada program What The Body Remembers, sebuah proyek riset dan pameran yang mempertemukan kreator lintas negara dari Indonesia dan India.

Eksplorasi yang dikuratori oleh Lead Curator Bandana Tewari bersama Assistant Curator Brina Paska ini membedah hubungan mendalam antara tekstil, material, teknik, serta memori kolektif.

Melalui sajian pameran tersebut, praktik fesyen, seni rupa, dan kriya dibuktikan mampu saling bertukar gagasan tanpa mengikis identitas maupun akar budaya tiap negara.

“Pertama, kita harus lebih percaya diri dan mengakui bahwa apa yang kita miliki adalah sesuatu yang baik dan bisa kita tawarkan ke seluruh dunia. Kedua, bukan hanya membuat, tetapi juga memikirkan bagaimana karya itu bisa dikembangkan,” tutur Irene.

Selain sajian visual, isu pengembangan hub kota kreatif dunia dikupas tuntas dalam sesi diskusi Nuanu Future Talks bertajuk Where Are Next Creative Capitals?.

Sesi bergengsi tersebut menghadirkan Co-founder Jia CURATED Budiman Ong, CEO Nuanu Creative City Lev Kroll, serta dipandu oleh Founding Director Art & Bali Kelsang Dolma.

“Art & Bali kami bangun agar seni dapat diakses lebih luas. Bukan hanya melalui galeri, tetapi juga dengan menghadirkan kolektif, organisasi, dan berbagai pihak yang selama ini mendukung perjalanan para seniman,” jelas Kelsang Dolma.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Dede Suhadi
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Dede Suhadi, Ronalds Petrus Gerson
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--
YANG BARU