Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan dan laporan masyarakat, intensitas gempa dirasakan dengan kondisi seperti dinding bergetar hingga sensasi seolah-olah ada truk yang melintas.
Getaran gempa Kepulauan Seribu juga dirasakan warga di Kota Sukabumi, Jawa Barat.
Dija (25), warga Kota Sukabumi yang sedang berada di Kecamatan Lembursitu, mengaku merasakan getaran ketika hendak mengambil air wudu.
Menurut Dija, guncangan hanya berlangsung selama beberapa detik.
Namun, getarannya cukup terasa hingga membuat dinding rumah seperti bergerak.
“Itu beberapa detik dan saya lihat dinding juga serasa bergetar, enggak lama guncangannya hilang kembali,” ujar Dija.
Pengalaman serupa dirasakan Saepul (26), warga Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi.
Saat gempa terjadi, Saepul sedang berbaring sambil memainkan ponsel dan menunggu azan Subuh.
Ia kemudian merasakan getaran pada jendela kamarnya selama beberapa detik.
Getaran tersebut membuatnya kaget hingga spontan beristigfar.
“Saya tadi lagi nunggu azan Subuh sambil main ponsel, sempat kaget dan istigfar juga tadi saat ada getaran beberapa detik yang mengguncang kaca juga,” kata Saepul.
Gempa M 5,9 yang mengguncang Kepulauan Seribu tersebut dengan demikian tidak hanya dirasakan di sekitar wilayah sumber gempa, tetapi juga hingga sejumlah wilayah di Jawa Barat, termasuk Sukabumi.
BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...