Perbaikan lingkungan pemeliharaan, terutama pakan, harus berjalan beriringan.
Sebab, domba yang memiliki potensi genetik baik belum tentu mampu menunjukkan performa optimal jika kebutuhan nutrisinya tidak terpenuhi.
“Perbaikan genetik harus diikuti dengan perbaikan lingkungan, terutama pakan. Ternak dengan potensi genetik yang baik tidak akan mampu menunjukkan performa optimal apabila kualitas dan ketersediaan pakannya tidak mendukung,” ujar Baihaqi.
Menurut dia, kelompok peternak perlu mulai menghitung kebutuhan hijauan berdasarkan jumlah ternak yang dipelihara dan potensi lahan yang tersedia.
Langkah tersebut penting agar peternak tidak menghadapi persoalan kekurangan pakan ketika populasi ternak bertambah.
Melalui Dosen Pulang Kampung IPB 2026, Kelompok Ternak Sari Berkah diharapkan dapat membangun sistem penyediaan hijauan yang lebih terencana dan berkelanjutan.
Integrasi antara hijauan berkualitas, nutrisi yang tepat, serta seleksi dan pemuliaan ternak diharapkan menjadi fondasi dalam membentuk populasi domba unggul di Jonggol.
Bagi peternak, pesan yang dibawa dari pelatihan tersebut cukup jelas yaitu domba unggul tidak hanya dimulai dari memilih bibit terbaik, tetapi juga dari memastikan pakan yang tepat tersedia secara berkelanjutan.




