JONGGOL, HOLOPIS.COM – IPB University mendorong peternak Jonggol memilih hijauan sesuai kondisi lahan dan kebutuhan domba untuk mendukung pertumbuhan optimal.
Memilih hijauan pakan untuk domba ternyata tidak bisa asal berdasarkan banyaknya rumput yang tersedia.
Kondisi lahan, kebutuhan ternak hingga sistem pemeliharaan perlu menjadi pertimbangan agar domba tumbuh optimal dan potensi genetiknya bisa maksimal.
Hal tersebut disampaikan IPB University dalam kegiatan Dosen Pulang Kampung IPB 2026 bersama 25 anggota Kelompok Ternak Sari Berkah di Jonggol, Kabupaten Bogor.
Kegiatan yang mengangkat tema “Inovasi Pemuliaan Berbasis Komunitas dan Nutrisi Presisi dalam Mendukung Pembentukan Domba Unggul di Jonggol” tersebut diketuai Dr. Muhamad Baihaqi dari Fakultas Peternakan IPB University.
Salah satu materi yang mendapat perhatian adalah strategi penyediaan hijauan pakan ternak (HPT) secara berkelanjutan.
Materi tersebut disampaikan Dr. Iwan Prihantoro dari Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan (INTP), Fakultas Peternakan IPB University.
Menurut Iwan, pakan harus menjadi bagian dari perencanaan usaha peternakan.
Peternak tidak cukup hanya memastikan hijauan tersedia untuk kebutuhan hari ini, tetapi juga perlu menghitung ketersediaan dan kualitas pakan dalam jangka panjang.
“Pakan harus dipandang sebagai bagian dari perencanaan usaha peternakan. Peternak perlu memikirkan bukan hanya berapa banyak hijauan yang tersedia hari ini, tetapi bagaimana menjamin ketersediaan dan kualitasnya secara berkelanjutan sesuai jumlah ternak yang dipelihara,” jelas Iwan.
Iwan menjelaskan, kebutuhan hijauan sangat berkaitan dengan sistem pemeliharaan domba.
Pada sistem ekstensif, ternak lebih banyak memanfaatkan padang penggembalaan.
Sementara itu, sistem semi-intensif umumnya mengandalkan pola cut and carry, yakni hijauan dipotong kemudian dibawa ke kandang untuk diberikan kepada ternak.




