Masih Kuliah di IPB Tapi Sudah Ekspor 54 Ton Pinang Tiap Bulan! Ini Sosok Al Fiqie yang Viral

0 Shares

BOGOR, HOLOPIS.COM – Mahasiswa IPB ini sukses menembus pasar global dengan ekspor pinang 54 ton per bulan, bikin namanya viral.

Di tengah kesibukan sebagai mahasiswa, seorang pemuda asal IPB University berhasil mencuri perhatian publik setelah kisah bisnis ekspornya viral.

Ia adalah Al Fiqie, CEO PT Export Tani Nusantara, yang kini mampu mengekspor pinang hingga sekitar 54 ton per bulan atau setara lima hingga enam kontainer secara rutin ke berbagai negara.

Perjalanan bisnisnya dimulai sejak masih duduk di semester tiga perkuliahan.

Dari sekadar melihat potensi komoditas pertanian yang belum dimaksimalkan, kini ia berhasil membangun usaha ekspor yang telah menembus pasar internasional dengan nilai kontrak mencapai sekitar Rp33 miliar pada tahun ini, hasil partisipasinya dalam pameran dagang di Shanghai, Tiongkok.

“Awalnya kami hanya mengirim satu kontainer setiap tiga bulan. Namun sekarang sudah mencapai lima hingga enam kontainer per bulan. Ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kapasitas, memperluas kemitraan dengan petani, dan mengembangkan pasar ekspor,” ujar Al Fiqie dalam Podcast YouTube @IPB_TV yang dikutip Holopis.com.

- Advertisement -

Ketertarikan Al Fiqie pada dunia agribisnis dan ekspor tidak muncul secara tiba-tiba.

Ia mengaku berangkat dari pengamatan langsung terhadap permasalahan di daerah, khususnya soal kelebihan produksi (over supply) komoditas pertanian yang tidak terserap pasar.

Ia menyebut banyak produk pertanian yang akhirnya tidak memiliki nilai ekonomi karena tidak tersalurkan dengan baik.

Bahkan dalam beberapa kasus, hasil panen terbuang percuma.

“Banyak barang yang tidak terserap pasar sampai ada yang dibuang ke jalanan atau sungai. Itu membuat saya berpikir kenapa tidak dibuatkan akses pasar yang lebih luas,” ungkapnya.

Dari situ, ia mulai mempelajari agribisnis secara lebih serius saat memasuki dunia perkuliahan di IPB University.

Menurutnya, agribisnis merupakan sektor yang sangat strategis karena Indonesia memiliki keunggulan komparatif di bidang sumber daya alam dan pertanian.

PT Export Tani Nusantara didirikan Al Fiqie saat masih kuliah.

Nama “Nusantara” dipilih untuk menegaskan identitas Indonesia dalam perdagangan global, sementara fokus utama perusahaan adalah mengekspor berbagai komoditas pertanian.

Dalam membangun bisnisnya, ia tidak berjalan sendiri.

Saat ini, perusahaan tersebut telah memiliki sekitar 17 anggota tim yang seluruhnya merupakan mahasiswa IPB dari berbagai jurusan.

Tim tersebut dibagi ke beberapa divisi seperti finance, marketing, sales, produksi, hingga administrasi.

“Seiring berjalannya waktu, saya sadar tidak bisa mengerjakan semuanya sendiri. Jadi saya mencari orang-orang yang satu visi, terutama yang bisa melengkapi kekurangan saya,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam tim.

Salah satu kunci keberhasilan perusahaan, menurutnya, adalah pembagian peran yang jelas serta kemampuan adaptasi terhadap kebutuhan industri.

Sebelum fokus pada pinang, PT Export Tani Nusantara telah mengekspor berbagai produk pertanian dan olahan, di antaranya vanilla beans, healthy chips berbahan buah dan sayur, kopi dari Garut dan Flores, hingga produk cocoa powder untuk pasar Pakistan.

Selain itu, perusahaan ini juga pernah mengekspor produk seafood seperti cumi, sotong, dan gurita ke Australia pada tahap awal pengembangan bisnis.

Saat ini, jangkauan ekspor perusahaan sudah meluas ke berbagai negara seperti Singapura, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, China, India, Pakistan, Bangladesh, dan Australia.

Untuk produk pinang, permintaan datang cukup besar dari pasar internasional, yang kemudian menjadi salah satu komoditas unggulan yang rutin diekspor setiap bulan.

Di balik kesuksesannya, Al Fiqie mengaku perjalanan bisnis ekspor tidak selalu mulus.

Ia bahkan pernah mengalami kerugian akibat kesalahan dalam memilih mitra.

Dalam salah satu kasus, perusahaan sempat menerima pembayaran besar dari buyer luar negeri, namun mengalami kesulitan dalam pengadaan barang.

Setelah dilakukan verifikasi lebih lanjut, transaksi tersebut ternyata bermasalah dan berpotensi penipuan.

“Kami sempat rugi karena harus mengembalikan dana. Tapi dari situ kami belajar pentingnya validasi dari sisi pasar dan produk,” jelasnya.

Pengalaman tersebut membuatnya semakin berhati-hati dalam setiap transaksi, termasuk melakukan riset mendalam sebelum menjalin kerja sama dengan mitra baru.

Ke depan, Al Fiqie menargetkan PT Export Tani Nusantara tidak hanya menjadi perusahaan trading biasa, tetapi berkembang menjadi holding company yang menaungi berbagai sektor perdagangan komoditas.

Ia membayangkan adanya unit bisnis khusus di bidang pertanian, perikanan, hingga komoditas turunan lainnya yang terintegrasi dalam satu ekosistem besar.

Selain itu, perusahaan juga berencana memperkuat sektor hulu dengan memberikan pendampingan kepada petani, mulai dari pelatihan, peningkatan produktivitas, hingga akses input produksi.

Hal ini dilakukan agar rantai pasok lebih stabil dan berkelanjutan.

Kesuksesan Al Fiqie juga tidak lepas dari dukungan IPB University.

Ia mengaku banyak mendapatkan fasilitas seperti program inkubasi bisnis, pelatihan, hingga pendampingan dari berbagai unit kampus.

Program seperti CEO School, Startup School, hingga dukungan dari Direktorat Pengembangan Masyarakat dan Agribisnis (DPMA) IPB menjadi bagian penting dalam perjalanan bisnisnya.

Bahkan, perusahaan ini juga mendapat akses pendanaan serta kesempatan business matching ke luar negeri melalui jaringan kampus.

Di akhir ceritanya, Al Fiqie memberikan pesan kepada mahasiswa dan generasi muda yang ingin memulai bisnis agar tidak takut untuk melangkah.

“Jangan terlalu jauh memikirkan hal yang belum terjadi. Mulai saja dari apa yang bisa dikontrol. Keberuntungan itu datang kepada orang yang siap,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya implementasi ilmu, bukan hanya sekadar teori.

“Knowledge without implementation itu tidak ada artinya. Harus langsung dicoba, karena dari situ kita belajar,” tambahnya.

Kisah Al Fiqie menjadi bukti bahwa mahasiswa pun mampu bersaing di pasar global, bahkan sejak masih berada di bangku kuliah, asalkan memiliki keberanian, jaringan, dan kemampuan untuk melihat peluang.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

YANG BARU