Pada sistem intensif, kebutuhan hijauan yang berasal dari luar peternakan dapat semakin besar.
Kondisi tersebut juga membuat kebutuhan sarana transportasi dan pengelolaan pakan menjadi lebih penting.
Karena itu, memilih tanaman pakan tidak cukup hanya melihat seberapa banyak produksi hijauannya.
Ada sejumlah faktor yang perlu diperhatikan peternak, mulai dari target produksi ternak, kapasitas tampung lahan, kondisi tanah dan iklim, tenaga kerja, biaya, ketersediaan benih atau bibit hingga kemudahan dalam pengelolaan.
Dengan kata lain, hijauan yang bagus untuk satu lokasi belum tentu menjadi pilihan terbaik untuk lokasi lainnya.
Dalam pelatihan tersebut, peternak Jonggol diperkenalkan dengan berbagai jenis hijauan pakan ternak, baik kelompok rumput maupun leguminosa.
Rumput terutama berperan sebagai sumber serat dan energi bagi ternak ruminansia.
Sementara itu, leguminosa dapat menjadi sumber serat sekaligus protein.
Pengembangan hijauan juga perlu disesuaikan dengan sistem pemeliharaan.
Untuk pola cut and carry, peternak dapat memilih rumput potongan yang sesuai.
Sedangkan untuk padang penggembalaan, tanaman pakan perlu memiliki kemampuan bertahan terhadap injakan ternak.
Selain rumput, leguminosa dalam bentuk pohon, perdu maupun semak juga dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari sumber pakan.
Ketua kegiatan, Dr. Muhamad Baihaqi, menegaskan bahwa program pembentukan domba unggul tidak cukup hanya mengandalkan perbaikan genetik.




