JAKARTA, HOLOPIS.COM – Kasus keracunan MBG di Berastagi membuat siswa mengalami gangguan ginjal hingga amnesia. Dokter mengungkap sejumlah kemungkinan medisnya.
Kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Berastagi, Sumatera Utara, menyisakan pertanyaan serius.
Bagaimana keracunan makanan bisa membuat kondisi siswa begitu berat hingga muncul laporan gangguan ginjal dan gangguan ingatan?
Dokter Ferry melalui akun media sosial @dr.ferrykslg membedah hasil pemeriksaan laboratorium dari sejumlah sampel dalam kasus tersebut.
Temuannya cukup mengejutkan karena beberapa jenis bakteri terdeteksi pada makanan maupun sampel muntahan siswa.
Berdasarkan hasil lab yang dibacanya, Bacillus cereus ditemukan pada sampel nasi dari sekolah.
Kemudian Staphylococcus aureus ditemukan pada sampel ikan dan saus serta sampel muntah siswa.
Sementara itu, Escherichia coli (E. coli) ditemukan pada sampel melon.
Adapun Salmonella disebut negatif pada sampel yang diperiksa.
Temuan tersebut memang penting, tetapi dokter Ferry mengingatkan bahwa hasil tersebut belum otomatis menjelaskan seluruh kondisi korban.
Salah satu bakteri yang menjadi perhatian adalah Staphylococcus aureus.
Bakteri ini dapat mencemari makanan melalui penjamah makanan, termasuk dari tangan, kulit atau hidung.
Jika makanan disimpan dalam kondisi yang tidak tepat, bakteri dapat berkembang dan menghasilkan enterotoksin.




