Ia baru menyadari masih terdapat sisa debu di beberapa bagian stasiun setelah melihat kondisi lantai peron.
“Kalau lihat lantainya memang ada debu tipis. Tadi juga kelihatan ada bekas dibersihkan, mungkin petugas sudah bersihin,” katanya.
Penumpang lain, Aria (32), juga terlihat mengenakan masker saat menunggu kereta.
Ia mengaku sengaja menggunakan masker karena khawatir abu vulkanik terbawa masuk ke dalam stasiun dari luar.
“Dari rumah memang sudah pakai masker. Soalnya tahu ada abu, jadi daripada nanti terhirup lebih baik pakai saja,” ujar Aria.
Menurut Aria, keberadaan abu vulkanik tidak sampai mengganggu perjalanan menggunakan MRT. Kereta tetap berjalan normal seperti biasa.
“Perjalanannya normal, enggak terganggu. Cuma karena masih ada debu di beberapa tempat, jadi tetap waspada,” katanya.
Sebelumnya, beredar video di akun Instagram @jkt.spot yang memperlihatkan petugas kebersihan menyapu dan mengepel abu vulkanik di lantai peron salah satu stasiun MRT Jakarta.
Stasiun tersebut diduga merupakan Stasiun Blok M BCA.
Dalam video yang beredar pada Minggu pagi itu, petugas terlihat membersihkan permukaan lantai yang dipenuhi lapisan debu.
Tak hanya Stasiun Blok M, kondisi berdebu akibat abu vulkanik juga dilaporkan terlihat di sejumlah stasiun MRT Jakarta lainnya, termasuk Stasiun Fatmawati di Cilandak dan Stasiun Haji Nawi.
Di tengah dampak abu vulkanik tersebut, layanan MRT Jakarta dipastikan tetap beroperasi normal.
Head of Corporate Secretary MRT Jakarta Rendy Primartantyo mengatakan pihaknya terus memantau kondisi abu vulkanik dan dampaknya terhadap operasional layanan maupun fasilitas stasiun.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...