Bahkan ia menyenggol ada sosok anak buah yang sudah sampai diberikan bintang penghargaan namun ternyata ia malah berkhianat. Maka sebagai pemimpin, Prabowo lebih memilih menegakkan hukum dan menjalankan konstitusi ketimbang melihat aspek perasaan pribadi.
Walaupun dalam penyampaiannya itu, Prabowo Subianto tak menyebut secara detail siapa anak buah yang ia maksud.
“Kadang-kadang kita sedih, anak buahnya kita sayang. Yang baru saja kita beri bintang, naikin pangkat, harus kita tindak. Tapi demi rakyat demi negara demi bangsa harus kita lakukan,” tegasnya.

“Saya sadar, saya disumpah di sini, saya tidak bisa mengizinkan perasaan saya menentukan kebijakan saya. Saya harus menentukan kebijakan saya atas dasar kepentingan rakyat Indonesia,” tuturnya.
Karena itu, Prabowo kembali meminta Panglima TNI dan Kapolri melakukan pengusutan secara serius terhadap praktik tambang ilegal tersebut.
“Karena itu saya minta benar-benar Panglima TNI dan Kapolri usut. Tidak mungkin 1.000 tambang berjalan ilegal tanpa pejabat kepolisian dan pejabat polisi,” kata Prabowo.
Prabowo Senggol Bea Cukai dan Bakamla
Selain persoalan tambang ilegal, Prabowo juga meminta Menteri Keuangan melakukan pengusutan terhadap praktik nakal di lingkungan Bea Cukai.
“Tapi Menteri Keuangan, usut Bea Cukai juga,” ujarnya.
Prabowo kemudian menyinggung Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) terkait masih adanya praktik penyelundupan yang terjadi di wilayah perairan Indonesia.
“Bakamla, tugasmu jaga itu penyelundupan, kenapa masih banyak penyelundupan di situ,” kata Prabowo.



