Langkah ini dilakukan karena terdapat pendaftar yang ternyata sudah beberapa kali mengikuti upacara di Istana.
“Bukan tidak boleh, tetapi kita akan mencoba membagi porsi dengan berusaha memprioritaskan bagi saudara-saudara kita, masyarakat kita, yang belum pernah sama sekali,” tegasnya.
Menurut Prasetyo, kebijakan tersebut bukan berarti melarang masyarakat yang sudah pernah hadir untuk kembali mendaftar.
Pemerintah hanya ingin membagi kesempatan secara lebih merata agar pengalaman mengikuti upacara kemerdekaan di Istana tidak hanya dirasakan oleh orang-orang yang sama.
“Jadi kita bagi porsinya,” ujar dia.
Antusiasme Tinggi Sambut HUT ke-81 RI
Tingginya jumlah pendaftar menunjukkan besarnya minat masyarakat untuk ikut merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI secara langsung dari Kompleks Istana Kepresidenan.
Dari kapasitas awal sekitar 5.500 orang, pemerintah kini menambah sekitar 3.400 slot. Peserta juga akan dibagi dalam sesi upacara pagi dan penurunan bendera pada sore hari.
Sementara itu, proses seleksi peserta tetap memperhatikan riwayat kehadiran sebelumnya dengan memberikan prioritas kepada masyarakat yang belum pernah mengikuti upacara di Istana.
Dengan skema tersebut, pemerintah berharap lebih banyak masyarakat mendapat kesempatan menjadi bagian dari peringatan detik-detik Proklamasi pada 17 Agustus 2026.



