Syam Basrijal Dorong Transformasi Mentalitas Ajudan dari Pelaksana Menjadi Pencipta Nilai

13 Shares

Melalui pendekatan Kesadaran Holistik, keberhasilan dipandang sebagai keseimbangan antara enam dimensi kehidupan: spiritual, mental, emosional, fisik, sosial, dan finansial.

“Ketidakseimbangan pada satu dimensi dapat memengaruhi kualitas keputusan dan keberlanjutan kehidupan maupun bisnis seseorang,” paparnya.

Dalam perspektif Restorasi Jiwa Indonesia, Syam Basrijal menggarisbawahi jika bisnis yang sehat membutuhkan manusia yang sehat secara batin. Keputusan yang berkualitas membutuhkan kejernihan kesadaran, sementara kepemimpinan yang kuat membutuhkan kemampuan menguasai dan memimpin diri sendiri.

Atas dasar itu, Syam memperkenalkan Hypno Success Method, metode transformasi pikiran bawah sadar yang dibangun melalui enam pilar: Awareness, Acceptance, Release, Reprogramming, Conditioning, dan Alignment.

“Kerangka itu bisa diarahkan untuk membantu seseorang menyadari program lama, menerima pengalaman, melepaskan keyakinan yang membatasi, membangun keyakinan baru, melatih kebiasaan baru, dan menyelaraskan pikiran, emosi, perkataan, tindakan, serta visi hidup,” ungkapnya.

Dari Penghasilan Menuju Aset, Sistem, dan Legacy

Salah satu gagasan utama yang disampaikan Syam Basrijal dalam FGD tersebut adalah perlunya mengubah orientasi ekonomi dari sekadar memperoleh penghasilan menjadi menciptakan nilai. Ia menggambarkan perjalanan tersebut dalam empat tahapan: karyawan memperoleh penghasilan, entrepreneur membangun aset, investor membangun sistem, dan legacy builder membangun warisan serta kebermanfaatan yang melampaui dirinya sendiri.

- Advertisement -

Transformasi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam Roadmap Transformasi tujuh tahap, yaitu memulihkan mental dan pola pikir, membangun identitas baru, meningkatkan kompetensi dan keahlian, memperluas jaringan dan relasi, membangun bisnis, menciptakan aset, serta membangun legacy.

Kerangka ini menempatkan kewirausahaan bukan sebagai keputusan spontan setelah purna tugas, tetapi sebagai proses transformasi yang dapat dipersiapkan secara sistematis.

Dengan demikian, seseorang tidak dipaksa langsung menjadi pengusaha hanya karena masa pengabdiannya telah selesai. Yang lebih penting adalah membangun kesiapan manusia terlebih dahulu, kemudian kompetensi, jaringan, model bisnis, aset, dan sistem secara bertahap.

Masa Purna Tugas Bukan Akhir Pengabdian

Lebih lanjut, Syam pun mengajak kepada para peserta untuk senantiasa mau melihat masa transisi karier dari perspektif yang lebih luas. Menurutnya, alih profesi bukan berarti meninggalkan masa lalu. Pengalaman masa lalu justru merupakan modal yang perlu dibawa menuju tingkat kebermanfaatan berikutnya.

“Disiplin seorang ajudan dapat menjadi fondasi. Pengalaman menghadapi tekanan dapat menjadi ketangguhan. Kemampuan membaca situasi dapat berkembang menjadi business judgement. Jaringan dapat menjadi modal sosial. Sementara integritas menjadi fondasi kepercayaan ketika seseorang memasuki dunia usaha dan kepemimpinan,” tukasnya.

Dengan perspektif tersebut, purna tugas tidak lagi dilihat sebagai berakhirnya produktivitas, tetapi sebagai peralihan medan pengabdian: dari pelaksana menjadi pencipta nilai, dari menjalankan sistem menuju membangun sistem, dan dari orientasi penghasilan menuju penciptaan aset, manfaat, serta warisan.

“Profesi boleh berubah, tetapi integritas, disiplin, dan karakter harus tetap menjadi fondasi. Ketika pikiran bawah sadar diprogram untuk bertumbuh, kesadaran selaras dengan hukum kehidupan, dan tindakan dijalankan secara konsisten, seseorang tidak hanya berhasil membangun bisnis, tetapi juga membangun dirinya menjadi manusia yang mampu menciptakan nilai, membuka peluang, dan meninggalkan warisan bagi generasi berikutnya,” pungkas Syam Basrijal.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

Berita Lainnya

YANG BARU