Namun, tidak sedikit pula yang mengaitkannya dengan teori-teori lain.
Ada yang menduga patung tersebut merupakan bagian dari koleksi pribadi, proyek seni yang mangkrak, hingga peninggalan bersejarah.
Meski demikian, seluruh dugaan tersebut belum disertai bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Ini bekas taman wisata ya? Kok bisa ada patung Firaun di tengah hutan?” tulis salah seorang warganet.
Komentar lain menyebut penampakan itu terasa tidak biasa karena bentuk patung yang identik dengan peradaban Mesir Kuno justru ditemukan di kawasan pegunungan di Jawa Barat.
Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak, maupun instansi terkait mengenai asal-usul dua patung tersebut.
Belum diketahui pula apakah patung itu berada di kawasan hutan lindung, lahan milik pribadi, atau bekas area wisata yang sudah tidak lagi beroperasi.
Karena belum ada keterangan resmi, seluruh informasi yang beredar di media sosial masih sebatas dugaan dan spekulasi.


