Mereka menilai persoalan utama bukan berada pada produknya, melainkan cara styling dan pemilihan model dalam materi kampanye.
Menurut mereka, setiap perempuan memiliki pilihan dalam menggunakan hijab sesuai kebutuhan dan kenyamanan masing-masing.
Koleksi hijab Uniqlo ini sendiri dikembangkan untuk memperkuat pasar modest wear di Malaysia dan kawasan Asia Tenggara.
Produk tersebut hadir dalam tiga pilihan, yakni AIRism UV Protection Hijab, Georgette Hijab, dan Satin Hijab.
Di Malaysia, koleksi tersebut dibanderol sekitar 59,90 ringgit Malaysia atau setara sekitar 15 dolar AS.
Sementara untuk pasar Indonesia, koleksi hijab Uniqlo dijual dengan harga sekitar Rp199 ribu per item.
Uniqlo menyebut koleksi tersebut dirancang khusus untuk iklim tropis dengan mengutamakan kenyamanan, sirkulasi udara, serta fleksibilitas gaya.
Material yang digunakan antara lain bahan AIRism dengan perlindungan ultraviolet, georgette, dan satin.
Meski menuai kritik, sebagian perempuan juga menyoroti munculnya fenomena moral policing atau pengawasan terhadap pilihan berpakaian perempuan.
Mereka mempertanyakan mengapa gaya berpakaian perempuan sering menjadi perdebatan besar di ruang publik.
Hingga kini, koleksi hijab Uniqlo masih menjadi perbincangan hangat di Malaysia dan Indonesia.
Produk yang awalnya ingin menawarkan pilihan fashion muslim modern itu justru membuka diskusi lebih luas tentang tren, budaya, dan cara masyarakat memaknai hijab di era sekarang.


