Laporan pertama mengenai adanya siswa yang mengalami keluhan kesehatan baru diterima pihak SPPG pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 09.40 WIB. Setelah itu, tim BGN bersama pemerintah daerah langsung melakukan penanganan dan investigasi.
Sudaryono menegaskan keselamatan siswa menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Karena itu, BGN memastikan akan mengevaluasi seluruh prosedur, mulai dari penerimaan bahan baku, proses memasak, penyimpanan, hingga distribusi makanan.
Apabila hasil investigasi menemukan adanya pelanggaran terhadap standar keamanan pangan, BGN memastikan akan memberikan sanksi sesuai ketentuan.
Langkah tersebut diharapkan menjadi evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan kepercayaan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis tetap terjaga.


