Bahlil Percaya Data Survei Indikator Walau Dibantah Burhanuddin : Golkar 10,8 Persen

Jadi kalau kita mau bandingkan sekarang survei partai kita, biasanya itu 2 minggu sebelum Pileg itu double digit, sekarang kita sudah 10,8 persen.

4 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COMKetua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa dirinya percaya dengan data survei Indikator Politik Indonesia yang sempat heboh walaupun sempat dibantah oleh manajemen lembaga bentukan Burhanuddin Muhtadi tersebut, bahwa mereka telah merilis data survei baru.

Apalagi jika merujuk data survei yang sempat bocor sebelum rilis tersebut menunjukkan bagaimana gambaran elektabilitas partai politik, khususnya Partai Golkar.

“Hasil survei yang dikeluarkan Burhanuddin Muhtadi tapi dia membantah, tapi saya tahu itu kemungkinan besar benar bahwa survei Partai Golkar, surveinya 10,8 persen,” kata Bahlil dalam pembukaan Training of Trainers (ToT) Akademi Partai Golkar 2026 di Jakarta Barat, Senin (3/8/2026).

Dalam data yang bocor tersebut, elektabilitas Partai Golkar berada di urutan ketiga besar. Di mana Partai Gerindra ada di 18,8 persen, PDI Perjuangan di 14,2 persen, dan Partai Golkar ada di 10,8 persen. Disusul oleh Partai Demokrat 9,1 persen, dan PKB di 8,6 persen.

Data survei Indikator yang sempat dibantah telah dirilis tersebut menjadi catatan penting bagi Bahlil, karena masa pemilihan legislatif (Pileg) yang masih panjang ternyata elektabilitas partainya mendapatkan double digit.

Padahal kata dia, biasanya Partai Golkar mendapatkan tingkat elektabilitas sampai dua digit justru menjelang Pileg berlangsung.

- Advertisement -

“Jadi kalau kita mau bandingkan sekarang survei partai kita, biasanya itu 2 minggu sebelum Pileg itu double digit,” ujarnya.

Oleh sebab itu, dengan data tersebut ia memandang jika Partai Golkar telah memberikan dampak baik bagi persepsi publik saat ini. Baginya, ini perlu untuk ditingkatkan lagi agar persepsi masyarakat bisa semakin meningkat dan Partai Golkar bisa semakin dipercaya oleh rakyat Indonesia.

“Sekarang kita sudah 10,8 persen. Bahwa kerja-kerja kolektif kita kekompakan dari DPP sampai daerah itu mendapatkan respons yang cukup baik yang dinilai oleh publik. Saya senang aja gitu, sekalipun agenda kita banyak di pemerintah,” pungkas Bahlil.

Trend Elektabilitas Partai Politik

Masih merujuk pada data yang sempat bocor dari Indikator Politik Indonesia, bahwa terjadi trend yang cukup menarik. Pasalnya, partai pemenang Pemilu yakni Gerindra mengalami penurunan tajam pada bulan Juli 2026. Di mana pada Maret – April 2026 posisi mereka ada di 26,5 persen kini berada di 18,8 persen.

Trend penurunan juga dialami oleh Partai Amanat Nasional (PAN). Partai kepemimpinan Zulkifli Hasan yang juga Menko Pangan di Kabinet Merah Putih tersebut mengalami penurunan walau tidak terlalu signifikan. Pada bulan Maret – April 2026 mereka ada di 3,8 persen. Sementara di bulan Juli 2026 ada di 3,3 persen.

Sementara partai politik lain cenderung mengalami peningkatan, salah satunya adalah partai yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri, yakni PDI Perjuangan. Di periode Maret – April 2026 mereka ada di 11,7 persen. Namun kini mereka ada di 14,2 persen.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang.Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

Berita Lainnya

YANG BARU