Ditjenpas menegaskan seluruh proses penanganan telah dilakukan sejak kasus tersebut pertama kali terungkap hampir dua tahun lalu.
Dalam rekaman berdurasi sekitar dua menit 49 detik yang beredar luas, terlihat beberapa orang mendatangi rumah dinas Kalapas Waingapu.
Seorang petugas kemudian meminta rekannya mengetuk salah satu pintu kamar secara berulang karena terdengar suara musik dengan volume cukup keras dari dalam ruangan.
Setelah beberapa kali diketuk, pintu akhirnya dibuka oleh seorang perempuan.
Kemunculan perempuan tersebut kemudian memicu berbagai spekulasi di media sosial.
Namun, Ditjenpas menegaskan bahwa perempuan yang ada di dalam kamar tersebut bukan merupakan anggota keluarga maupun memiliki hubungan darah dengan RB.
Klarifikasi ini disampaikan untuk memberikan gambaran utuh mengenai peristiwa yang terekam dalam video sehingga masyarakat tidak menarik kesimpulan berdasarkan potongan informasi yang beredar di dunia maya.
Fenomena munculnya kembali video lama memang kerap memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Tanpa informasi mengenai waktu kejadian dan perkembangan penanganan kasus, sebuah rekaman lama dapat dengan mudah dianggap sebagai peristiwa baru dan memunculkan beragam spekulasi.
Karena itu, Ditjenpas mengimbau masyarakat agar lebih cermat sebelum mempercayai ataupun menyebarkan ulang informasi yang viral di media sosial.
Setiap informasi sebaiknya dipastikan terlebih dahulu sumber dan kronologinya agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru.
Ditjenpas juga menegaskan komitmennya untuk menindak setiap pelanggaran yang dilakukan oleh jajaran pemasyarakatan sesuai ketentuan hukum dan peraturan kepegawaian yang berlaku.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga integritas lembaga sekaligus memastikan setiap dugaan pelanggaran diproses secara transparan.


