MBG Watch menilai pergantian pimpinan seharusnya menjadi momentum memperbaiki tata kelola, meningkatkan transparansi, serta memperkuat pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara yang sangat besar.
Menurut Isnawati, publik membutuhkan sosok yang memiliki kompetensi kuat di bidang gizi, manajemen program, dan tata kelola pemerintahan, bukan figur yang identik dengan kepentingan politik.
Sementara itu, Sudaryono membantah berbagai kekhawatiran yang berkembang. Usai dilantik, ia menegaskan dirinya maupun anggota keluarganya tidak memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun dapur penyedia makanan untuk Program MBG.
“Saya tidak punya SPPG, saya tidak punya dapur. Tidak ada keluarga saya yang punya dapur dan punya SPPG,” ujar Sudaryono.
Ia juga menegaskan tujuan utama Program Makan Bergizi Gratis adalah memastikan masyarakat memperoleh asupan gizi yang sesuai, bukan sekadar membagikan makanan.
Meski demikian, kritik terhadap penunjukan Sudaryono terus bermunculan.



