Adapun pada bidang kesehatan dan sosial, Dompet Dhuafa terus memperluas manfaat melalui jaringan layanan kesehatan seperti rumah sakit, Klinik Apung Lombok, serta berbagai program bantuan kemanusiaan dan tanggap bencana yang menjangkau jutaan masyarakat.
Sepanjang 2025, Dompet Dhuafa mencatatkan penghimpunan dana sebesar Rp426,3 miliar dengan penyaluran mencapai Rp425,9 miliar. Dana tersebut memberikan dampak kepada lebih dari 2,82 juta jiwa penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia.
Kehadiran Dompet Dhuafa dalam konferensi internasional tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan model pengelolaan keuangan sosial Islam Indonesia di tingkat global.
Ahmad Juwaini menegaskan bahwa penguatan instrumen Islamic Social Finance menjadi bagian penting dalam mendukung target pembangunan nasional, termasuk agenda pengentasan kemiskinan sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Konferensi IFESDC 2026 sendiri terselenggara atas kerja sama IMAAM Maryland, Universitas Tazkia, Sakinah Finance, dan Office of Executive Director (EDS16) The World Bank Group, serta dihadiri lebih dari 200 delegasi dari berbagai negara yang terdiri dari regulator, pembuat kebijakan, akademisi, dan pelaku industri keuangan syariah global.


