Meski mendorong pembangunan peternakan modern, Amran menegaskan swasembada susu tidak hanya bergantung pada perusahaan besar.
Pemerintah juga akan memperkuat peternak rakyat agar menjadi bagian dari rantai pasok industri susu nasional.
Saat ini Indonesia memiliki sekitar 50 ribu peternak sapi perah.
Menurut Amran, jumlah tersebut perlu ditingkatkan menjadi sedikitnya 100 ribu peternak yang produktif agar target swasembada dapat tercapai.
“Yang terpenting kita harus berkolaborasi. Pemerintah, pengusaha, BUMN, investor asing maupun lokal harus bergerak bersama. Kalau peternaknya kita bina, saya yakin swasembada susu bisa kita capai,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, CEO Savoria Group Ihsan Mulia Putri mengatakan pembangunan peternakan terpadu PT Global Dairi Bersama merupakan bentuk dukungan sektor swasta terhadap target swasembada susu yang dicanangkan pemerintah.
Menurutnya, proyek tersebut tidak hanya membangun peternakan modern, tetapi juga akan menciptakan ekosistem industri susu yang melibatkan ribuan masyarakat sekitar.
Perusahaan akan menggandeng sekitar 5.000 petani sebagai pemasok hijauan pakan ternak.
Selain itu, perusahaan juga akan bermitra dalam penggemukan sekitar 7.000 ekor sapi jantan setiap tahun, serta bekerja sama dengan sekitar 1.000 hingga 2.000 peternak sapi perah.
Skema tersebut diharapkan mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah sekaligus meningkatkan produksi susu nasional secara berkelanjutan.
Menutup keterangannya, Amran kembali mengajak investor memanfaatkan besarnya potensi industri persusuan Indonesia.
Dengan kebutuhan susu yang terus meningkat dan pasar yang masih didominasi produk impor, ia menilai investasi di sektor ini memiliki prospek yang sangat menjanjikan.
“Pasarnya besar, potensinya besar. Kami akan bantu. Tidak ada biaya macam-macam. Kalau kita bekerja bersama, saya yakin Indonesia bisa swasembada susu,” pungkas Amran.



