Sementara itu Petrus Syattle, Kepala Bidang Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, mengaku bangga dapat mengikuti kegiatan nasional tersebut. Menurutnya, PENAS menjadi wadah penting bagi petani untuk memperluas wawasan, bertukar pengalaman, serta mengenal perkembangan teknologi dan agribisnis.
“Kesan kami, kami rasa bangga karena adanya kegiatan kontak tani ini, KTNA ya. KTNA ini bisa menjadi motivasi bagi kami, khususnya di timur,” ujar Petrus.
Petrus menyampaikan bahwa kegiatan PENAS juga menjadi kesempatan bagi para petani dari Papua untuk belajar dan berkembang bersama petani dari daerah lain di Indonesia. “Kami membawa petani untuk mereka belajar, supaya mereka juga bisa sama dengan saudara-saudara lain di Indonesia,” tutur Petrus.


