HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kejaksaan Agung menegaskan bahwa nama Nanik S Deyang bisa saja masuk dalam daftar pemeriksaan perkara korupsi tata kelola MBG (makan bergizi gratis).
Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi mengungkapkan, pihaknya sebenarnya sudah beberapa kali berniat memeriksa Nanik yang telah dilantik menjadi Kepala BGN.
“Untuk NSD sudah beberapa kali saya sampaikan ya. Semua orang yang mengetahui, mengalami, itu berpotensi diperiksa sebagai saksi, ya berpotensi ya,” kata Syarief dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com, Selasa (23/6).
Saat dikonfirmasi mengenai waktu pemeriksaan, Syarief tidak bisa menjelaskan lebih lanjut. Yang pasti, lanjut Syarief, pihaknya bakal mempertimbangkan secara matang untuk mendalami dugaan keterlibatan Nanik dalam perkara tersebut.
“Kami belum bisa menyampaikan sekarang, tapi semua orang yang mengetahui, mengalami, ya yang bisa menerangkan adanya tindak pidana itu eh akan kami pertimbangkan untuk dilakukan pemeriksaan sebagai saksi,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, Mantan Menko Polhukam Prof Mahfud MD menyarankan agar Kejaksaan Agung Republik Indonesia segera menjadwalkan pemeriksaan terhadap Nanik Sudaryati Deyang dalam kapasitasnya sebagai salah satu petinggi Badan Gizi Nasional (BGN).
Di mana dalam perkara hukum korupsi yang dilakukan oleh Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung, Nanik menjadi salah satu Wakil di lembaga yang kini mengurusi program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut, yakni Makan Bergizi Gratis.
“Bahwa (Nanik S Deyang) itu harus diperiksa karena jabatannya ya, karena jabatannya. Dia harus diperiksa karena dia juga akan dimasukkan di situ untuk mengawasi,” kata Mahfud MD dalam podcast Terus Terang, Rabu (17/6/2026).
Ia mengatakan bahwa Nanik diduga kuat tahu betul bagaimana praktik korupsi di BGN terjadi karena ada di dalamnya. Pertanyaannya apakah Nanik ikut terlibat, atau justru karena adanya Nanik lah, praktik korupsi di Badan Gizi Nasional terbongkar.
“Kalau nggak salah dulu beberapa bulan lalu kan diangkat, lalu dia sudah ada di sana, sehingga harus diperiksa jangan-jangan ini juga mengawasinya tidak beres gitu ya,” ujarnya.


