HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kolaborasi raksasa lintas sektor resmi terjalin untuk menyulap generasi muda Indonesia menjadi motor penggerak ekonomi kreatif berbasis kecerdasan buatan (AI) melalui inisiatif bertajuk ECHOES X GENSi.
Kemitraan strategis ini digagas oleh Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) bersama Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dan Adobe guna meningkatkan kesadaran digital di kalangan pelajar di seluruh penjuru tanah air.
Program ECHOES, yang merupakan singkatan dari Ekraf Creates Harmony on Education Sector, dirancang khusus oleh Kemenekraf untuk memperkuat pemahaman ekosistem ekonomi kreatif sejak dini.
Di sisi lain, GENSi atau Generasi Terkoneksi hadir sebagai wadah pemberdayaan milik Indosat untuk memfasilitasi anak muda dalam memanfaatkan teknologi digital menjadi aksi nyata yang berdampak.
“Kami mengapresiasi inisiatif Indosat Ooredoo Hutchison dan Adobe dalam menghadirkan kolaborasi antara pemerintah, industri teknologi, sektor pendidikan, media, serta komunitas kreator,” ujar Menteri Ekraf saat peluncuran program di Jakarta.
Menurut Menteri Ekraf, tantangan utama Indonesia saat ini bukan lagi sekadar pemerataan akses internet, melainkan bagaimana melatih kapasitas kreatif masyarakat dalam menciptakan nilai tambah ekonomi.
“Sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, ekonomi kreatif menjadi salah satu mesin baru pertumbuhan nasional yang ingin kita bekali dengan keterampilan kreatif dan pemanfaatan AI,” lanjutnya menegaskan arah kebijakan baru tersebut.
Kerja sama ini nantinya akan langsung terintegrasi dengan tiga program unggulan Kemenekraf pada tahun 2027, yakni Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Creative Hub, dan Creative by Indonesia.
Lewat sinergi ini, para peserta didik akan diperkenalkan dengan berbagai perangkat kreatif berbasis AI yang diharapkan mampu mendorong para kreator lokal untuk bersaing di kancah nasional maupun global.
President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengungkapkan bahwa talenta kreatif di Indonesia sangat melimpah namun membutuhkan jembatan yang tepat menuju industri global.
“Yang dibutuhkan banyak anak muda saat ini adalah akses ke perangkat, keterampilan, dan peluang yang tepat untuk mewujudkan ide mereka demi memberikan dampak nyata bagi komunitas,” kata Vikram menjelaskan visi IOH.
Setelah berhasil membina lebih dari 10.000 anak muda pada fase sebelumnya, program GENSi tahun ini menargetkan jangkauan yang lebih luas dengan menyasar 15.000 talenta baru.
Adobe turut ambil bagian dengan menyediakan akses premium Adobe Express serta melokalkan seluruh materi pembelajaran global mereka di bawah bendera Adobe Digital Academy ke dalam Bahasa Indonesia.
President Adobe untuk kawasan JAPAC, Ben Goodman, menyatakan optimismenya terhadap potensi demografi Indonesia yang didukung oleh budaya kreatif yang sangat dinamis dan posisi strategis di era AI.
“Kemitraan ini bertujuan membantu para kreator mengubah ide menjadi bisnis yang dapat dimonetisasi, serta menciptakan ekonomi masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Indonesia,” pungkas Ben Goodman menutup penjelasannya.


