HOLOPIS.COM, JAKARTA – BGN (Badan Gizi Nasional) memastikan bahwa mereka bakal mencabut jatah MBG (makan bergizi gratis) untuk anak SMA.
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari menyebut, anak sekolah tingga SMA saat ini sudah memiliki uang saku yang cukup besar.
“Untuk SMA ya mungkin tidak perlu diberikan lagi MBG. Apalagi SMA-SMA yang, mungkin yang uang sakunya anak-anaknya sudah Rp 100.000, Rp 200.000 gitu ya,” kata Arumsari pada Senin (15/6) seperti dikutip Holopis.com.
Dengan pencabutan jatah MBG untuk level anak SMA tersebut, Arumsari pamer bahwa BGN bisa melakukan efisiensi anggaran cukup besar.
“Mungkin yang high class gitu itu tidak perlu lagi. Nah, itu beberapa contoh. Itu sudah akan berkurang sekitar 8 juta penerima manfaat,” ujarnya.
Arumsari mengungkapkan, mereka bakal melakukan refocusing anggaran di tahun 2027. Hal itu dilakukan dari pengurangan anggaran yang mereka dapatkan.
“Sebenarnya kami mendapat alokasi pagu itu Rp 270.201.499.678.000 (Rp 270 triliun) itu untuk penerima manfaat 81,5 juta. Itu 2027,” bebernya.
Dengan pengurangan anggaran itulah kemudian menjadi salah satu aolasan BGN mulai berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan terkait penentuan penerima manfaat.
“Salah satu langkah perbaikan yang kami lakukan adalah refocusing penerima manfaat. Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, kami sudah berkoordinasi dengan beberapa kementerian yang lain,” terangnya.
“Yang intinya adalah memang secara teknis menurut Kementerian Kesehatan intervensi kesehatan gizi sebaiknya dilakukan misalnya teknisnya ya, itu adalah dari usia kandungan sampai dengan 1.000 hari pertama usia kelahiran itu volume otak bisa maksimal, lalu sampai dengan 2 tahun itu nanti ada intervensi gizi, lalu sampai dengan usia selanjutnya,” jelasnya.
Ia menyebutkan pagu yang diterima BGN akan berubah sesuai dengan penyesuaian anggaran. Menurut dia, nilai dari pagu indikatif yang didapat akan turun sesuai dengan kebijakan efisien di BGN.
“Nah, beberapa hal sudah kami exercise, sudah kami exercise, namun mungkin secara angka kami belum sampai membahas dengan Kementerian Keuangan dengan Bappenas. Tapi yang jelas akan ada efisiensi lagi,” tutupnya.


