DEPOK, HOLOPIS.COM – Viral unggahan Pride Month SUMA UI memicu polemik di media sosial. Universitas Indonesia menegaskan konten tersebut bukan sikap resmi kampus.
Universitas Indonesia (UI) memberikan penjelasan terkait unggahan mengenai Pride Month dan isu LGBTIQ+ yang sebelumnya dipublikasikan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Suara Mahasiswa (SUMA) UI.

Kampus menegaskan konten tersebut tidak merepresentasikan pandangan resmi Universitas Indonesia.
Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, Erwin Agustian Panigoro, menyatakan materi yang diunggah SUMA UI merupakan produk redaksional organisasi mahasiswa tersebut.
Karena itu, isi konten sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengelola media mahasiswa yang bersangkutan.
Menurut dia, sikap yang disampaikan melalui unggahan tersebut tidak dapat diartikan sebagai posisi resmi universitas maupun seluruh sivitas akademika UI.
Penjelasan itu disampaikan menyusul ramainya perbincangan di media sosial terkait unggahan SUMA UI berjudul Menguji Sila Kemanusiaan di Bulan Kebanggaan.
Konten tersebut menampilkan ilustrasi Garuda Pancasila dengan latar bendera pelangi serta memuat pembahasan mengenai Pride Month dan diskriminasi terhadap komunitas LGBTIQ+.
Setelah memicu berbagai tanggapan dari masyarakat, unggahan tersebut kemudian dihapus dari akun Instagram dan X milik SUMA UI.
Dalam keterangannya, UI menyebut kebebasan berpendapat merupakan bagian dari kehidupan akademik yang perlu dihormati.
Namun, pelaksanaannya harus disertai tanggung jawab serta mempertimbangkan etika dan norma yang berlaku di Indonesia.
UI juga menegaskan komitmennya untuk tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila dan ketentuan perundang-undangan.
Selain itu, kampus menempatkan penghormatan terhadap martabat manusia, integritas, serta terciptanya lingkungan belajar yang aman sebagai prinsip utama dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Pihak universitas memandang kampus sebagai ruang yang terbuka bagi pertukaran gagasan dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Meski demikian, setiap pandangan yang disampaikan diharapkan dilakukan secara santun dan tidak menimbulkan provokasi.
Seiring munculnya polemik tersebut, pimpinan UI saat ini tengah melakukan evaluasi internal.
Langkah itu dilakukan untuk memastikan berbagai aktivitas kemahasiswaan tetap berjalan sesuai dengan Kode Etik dan Peraturan Tata Tertib Mahasiswa UI, sekaligus menjaga prinsip kebebasan akademik yang bertanggung jawab.
Di tengah kontroversi yang berkembang, alumni Pers Suara Mahasiswa UI juga menyampaikan sikap mereka.
Melalui akun media sosial @ilunisumaui, para alumni menyatakan penyesalan atas unggahan yang telah memicu perdebatan di ruang publik.
Mereka menilai SUMA UI selama ini dikenal sebagai organisasi pers mahasiswa yang menjunjung keberagaman dan independensi dalam kerja jurnalistik.
Karena itu, para alumni menilai konten yang menjadi sorotan publik tersebut tidak sejalan dengan semangat yang selama ini dibangun organisasi.
Alumni SUMA UI juga mengaku telah berupaya memberikan masukan kepada pengurus redaksi agar mempertimbangkan konteks sosial yang berkembang di masyarakat.
Mereka berharap komunikasi dan dialog dengan pengurus SUMA UI tetap dapat dilakukan sehingga persoalan serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
Selain itu, para alumni menegaskan tetap mendukung kebebasan berekspresi sepanjang dijalankan secara bertanggung jawab serta memperhatikan etika dan nilai yang hidup di tengah masyarakat.


