JAKARTA – Umat Islam di berbagai daerah di Indonesia pada sore hari ini bersiap menyambut pergantian tahun dalam kalender Hijriah. Tahun 1447 Hijriah akan segera berakhir dan berganti menjadi 1448 Hijriah saat matahari terbenam.
Momentum pergantian tahun Hijriah menjadi saat yang istimewa bagi kaum Muslimin untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri atas perjalanan hidup selama setahun terakhir, sekaligus memanjatkan doa agar diberikan keberkahan, keselamatan, dan kemudahan dalam menjalani tahun yang baru.
Di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) dan mayoritas pesantren tradisional, malam 1 Muharram biasanya diisi dengan pembacaan doa akhir tahun (Doa Akhirussanah) dan doa awal tahun (Doa Awalussanah), disertai berbagai amalan seperti istighfar, shalawat, membaca Al-Qur’an, dzikir, hingga pengajian.
Muharram dan Suro
Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah dan termasuk salah satu dari empat bulan haram atau bulan mulia dalam Islam. Allah SWT memberikan keutamaan khusus kepada bulan ini sehingga umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah dan amal saleh.
Di Pulau Jawa, bulan Muharram dikenal dengan sebutan Bulan Suro. Penyebutan ini berasal dari kata “Asyura”, yakni tanggal 10 Muharram yang memiliki banyak keistimewaan dalam sejarah Islam.
Masyarakat Jawa sejak dahulu memandang Bulan Suro sebagai waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, melakukan perenungan, memperbanyak doa, dan menghindari perbuatan yang tidak bermanfaat.
Amalan Sebelum Membaca Doa Akhirussanah
Dalam tradisi yang umum diamalkan warga Nahdliyin, sebelum membaca Doa Akhirussanah biasanya diawali dengan:
1. Membaca istighfar 7 kali.
2. Membaca shalawat Nabi 7 kali atau secukupnya.
3. Membaca Surah Al-Fatihah.
4. Membaca Ayat Kursi.
5. Kemudian membaca Doa Akhirussanah.
Doa Akhirussanah dibaca menjelang Magrib pada hari terakhir bulan Dzulhijjah.
Bacaan Istighfar
Arab
أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ
Latin
Astaghfirullāhal ‘azhīm.
Artinya
“Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.”
Bacaan Shalawat
Arab
اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Latin
Allāhumma shalli ‘alā Sayyidinā Muhammad wa ‘alā āli Sayyidinā Muhammad.
Artinya
“Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarga junjungan kami Nabi Muhammad.”
Ayat Kursi
Arab
اللّٰهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Latin
Allāhu lā ilāha illā huwal hayyul qayyūm… (QS Al-Baqarah: 255)
Artinya
“Allah, tidak ada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya…” hingga akhir ayat.
Doa Akhirussanah
Arab
اللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَنَسِيتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلُمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جُرْأَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ مِنْهُ فَاغْفِرْ لِي، وَمَا عَمِلْتُ فِيهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْأَلُكَ اللّٰهُمَّ يَا كَرِيمُ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيمُ
Latin
Allāhumma mā ‘amiltu fī hādzihis sanati mimmā nahaitanī ‘anhu falam atub minhu walam tardhah, wa nasītuhu walam tansah, wa halumta ‘alayya ba’da qudratika ‘alā ‘uqūbatī, wa da’autanī ilat taubati minhu ba’da jur’atī ‘alā ma’shiyatika, fa innī astaghfiruka minhu faghfir lī. Wa mā ‘amiltu fīhā mimmā tardhāhu wa wa’adtanī ‘alaihits tsawāb fa as’aluka Allāhumma yā Karīm yā Dzal Jalāli wal Ikrām an tataqabbalahu minnī wa lā taqtha’ rajā’ī minka yā Karīm.
Artinya
“Ya Allah, segala perbuatan yang telah aku lakukan pada tahun ini yang Engkau larang, yang belum aku sesali dan belum aku mohonkan ampunan, sementara Engkau tidak meridhainya, namun Engkau tetap memberikan kesempatan kepadaku untuk bertobat, maka aku memohon ampun kepada-Mu. Ampunilah aku. Dan segala amal yang telah aku lakukan yang Engkau ridhai serta Engkau janjikan pahala atasnya, maka aku memohon kepada-Mu agar Engkau menerimanya dan jangan Engkau putuskan harapanku kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Mulia.”
Amalan Sebelum Membaca Doa Awalussanah
Setelah masuk waktu Magrib dan menandai datangnya 1 Muharram 1448 H, umat Islam dapat melanjutkan dengan:
1. Membaca istighfar 7 kali.
2. Membaca shalawat Nabi 7 kali.
3. Membaca Surah Al-Fatihah.
4. Membaca Ayat Kursi.
5. Membaca Doa Awalussanah.
Doa Awalussanah
Arab
اللّٰهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيمُ الْأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيمِ وَجُودِكَ الْمُعَوَّلُ وَهٰذَا عَامٌ جَدِيدٌ قَدْ أَقْبَلَ نَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ وَجُنُودِهِ وَالْعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوءِ وَالِاشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Latin
Allāhumma antal abadīyul qadīmul awwal, wa ‘alā fadhlikal ‘azhīmi wa jūdikal mu’awwal, wa hādzā ‘āmun jadīdun qad aqbal. Nas’alukal ‘ishmata fīhi minasy syaithāni wa auliyā’ihi wa junūdih, wal ‘auna ‘alā hādzihin nafsil ammārati bis sū’, wal isytighāla bimā yuqarribunī ilaika zulfā yā Dzal Jalāli wal Ikrām.
Artinya
“Ya Allah, Engkaulah Dzat Yang Maha Abadi, Maha Dahulu dan Maha Awal. Dengan karunia-Mu yang agung dan kemurahan-Mu tempat kami bergantung. Tahun baru ini telah datang. Kami memohon perlindungan kepada-Mu dari godaan setan, para pengikutnya dan bala tentaranya. Kami juga memohon pertolongan-Mu untuk mengendalikan hawa nafsu yang selalu mengajak kepada keburukan serta bimbingan untuk senantiasa melakukan amal yang mendekatkan diri kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Agung dan Maha Mulia.”
Pergantian tahun Hijriah sejatinya bukan sekadar pergantian angka dalam kalender, melainkan momentum memperbaiki diri, memperkuat keimanan, memperbanyak amal saleh, dan menata langkah menuju kehidupan yang lebih baik di hadapan Allah SWT.

