MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak --:--
Subuh --:--
Dzuhur --:--
Ashar --:--
Maghrib --:--
Isya --:--

Tahun Baru Islam 1448 H: Amalan Sunnah yang Dianjurkan dan Makna Hijrah bagi Umat Muslim
T

0 Shares

JAKARTA – Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah menjadi momentum penting bagi umat Muslim di seluruh dunia untuk melakukan refleksi diri, memperkuat keimanan, dan memperbarui semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.

Pada tahun 2026 ini, tahun baru Islam / Syuro tiba pada hari Selasa, 16 Juni 2026.

- Advertisement -

Berbeda dengan perayaan tahun baru Masehi yang identik dengan pesta dan hiburan, pergantian tahun dalam Islam lebih menekankan pada muhasabah (introspeksi), syukur, doa, dan peningkatan amal ibadah. Sebab, kalender Hijriah sendiri berawal dari peristiwa monumental hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, sebuah peristiwa yang menjadi tonggak kebangkitan peradaban Islam.

Lantas, amalan apa saja yang dianjurkan dalam menyambut Tahun Baru Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW?

- Advertisement -

Makna Muharram dalam Islam

Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram (bulan yang dimuliakan) dalam Islam.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

Artinya:

“Sesungguhnya bilangan bulan menurut Allah ialah dua belas bulan dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram.” (QS. At-Taubah: 36)

Empat bulan haram tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Muharram memiliki kedudukan istimewa karena Rasulullah SAW menyebutnya sebagai “bulan Allah”.

Dalam sebuah hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

Artinya:

“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram.” (HR Muslim)

1. Muhasabah dan Evaluasi Diri

Amalan pertama yang paling relevan saat memasuki Tahun Baru Islam adalah melakukan muhasabah atau introspeksi.

Tidak ada dalil khusus yang memerintahkan perayaan Tahun Baru Hijriah dengan ritual tertentu, namun para ulama sepakat bahwa momentum pergantian tahun sangat baik digunakan untuk mengevaluasi perjalanan hidup selama setahun terakhir.

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.” (QS. Al-Hasyr: 18)

Muhasabah dapat dilakukan dengan cara:

  • Mengevaluasi kualitas shalat.
  • Menilai hubungan dengan orang tua.
  • Menghitung kewajiban zakat dan sedekah.
  • Memperbaiki hubungan sosial.
  • Menyusun target ibadah untuk tahun berikutnya.

2. Memperbanyak Taubat

Tahun baru menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak istighfar dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW yang sudah dijamin masuk surga bahkan beristighfar lebih dari 70 kali sehari.

Beliau bersabda:

وَاللَّهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً

Artinya:

“Demi Allah, sungguh aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya lebih dari 70 kali dalam sehari.” (HR Bukhari)

Taubat yang tulus mencakup:

  • Menyesali dosa.
  • Berhenti dari perbuatan maksiat.
  • Bertekad tidak mengulanginya.
  • Mengembalikan hak orang lain jika pernah menzalimi.

3. Memperbanyak Puasa Sunnah di Bulan Muharram

Salah satu amalan yang paling dianjurkan pada bulan Muharram adalah berpuasa.

Rasulullah SAW bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

Artinya:

“Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram.” (HR Muslim)

Puasa dapat dilakukan:

  • Senin-Kamis.
  • Puasa Ayyamul Bidh (13, 14, 15 Muharram).
  • Puasa Tasu’a (9 Muharram).
  • Puasa Asyura (10 Muharram).

4. Puasa Asyura (10 Muharram)

Puasa Asyura merupakan salah satu sunnah paling utama di bulan Muharram.

Rasulullah SAW bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Artinya:

“Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim)

Hari Asyura memiliki sejarah panjang karena menjadi hari diselamatkannya Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun.

5. Puasa Tasu’a (9 Muharram)

Untuk membedakan tradisi Islam dengan kebiasaan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram, Rasulullah SAW menganjurkan berpuasa sehari sebelumnya.

Beliau bersabda:

لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ

Artinya:

“Jika aku masih hidup sampai tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan (Muharram).” (HR Muslim)

Karena itu, para ulama menganjurkan puasa:

  • 9 dan 10 Muharram, atau
  • 10 dan 11 Muharram.

6. Memperbanyak Sedekah

Walaupun tidak terdapat hadits shahih yang secara khusus memerintahkan sedekah pada malam Tahun Baru Hijriah, memperbanyak sedekah tetap merupakan amalan yang sangat dianjurkan kapan pun waktunya.

Allah SWT berfirman:

مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ

Artinya:

“Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir…” (QS. Al-Baqarah: 261)

Sedekah dapat berupa:

  • Memberi makan fakir miskin.
  • Membantu anak yatim.
  • Menyumbang masjid.
  • Menyalurkan bantuan pendidikan.

7. Menjalin Silaturahmi

Momentum tahun baru juga dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki hubungan dengan keluarga dan kerabat.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Artinya:

“Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR Bukhari dan Muslim)

8. Memperbanyak Dzikir dan Membaca Al-Qur’an

Muharram adalah waktu yang baik untuk meningkatkan interaksi dengan Al-Qur’an.

Allah SWT berfirman:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya:

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Beberapa dzikir yang dapat diperbanyak:

  • Istighfar.
  • Tasbih.
  • Tahmid.
  • Tahlil.
  • Shalawat kepada Nabi SAW.

Apakah Ada Doa Khusus Awal Tahun Hijriah?

Banyak beredar doa akhir tahun dan awal tahun Hijriah di masyarakat. Namun para ulama menjelaskan bahwa tidak terdapat hadits shahih yang secara khusus menetapkan doa tertentu untuk dibaca pada malam pergantian tahun Hijriah.

Karena itu, umat Islam diperbolehkan berdoa dengan lafaz apa pun yang baik, selama tidak meyakini doa tersebut sebagai sunnah khusus yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

Hakikat Hijrah di Zaman Modern

Jika hijrah Nabi Muhammad SAW dahulu berarti berpindah dari Makkah ke Madinah demi mempertahankan iman dan membangun peradaban Islam, maka hijrah pada masa kini lebih bermakna perpindahan dari keburukan menuju kebaikan.

Rasulullah SAW bersabda:

وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ

Artinya:

“Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah.” (HR Bukhari)

Hijrah masa kini dapat diwujudkan dengan:

  • Meninggalkan maksiat.
  • Meninggalkan korupsi dan kebohongan.
  • Memperbaiki akhlak.
  • Meningkatkan kualitas ibadah.
  • Menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi sesama.

Penutup

Tahun Baru Islam 1448 Hijriah bukanlah momentum untuk pesta atau euforia semata. Islam mengajarkan agar pergantian tahun dijadikan sarana muhasabah, memperbanyak taubat, meningkatkan amal saleh, mempererat silaturahmi, serta memperkuat komitmen hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.

Amalan-amalan yang paling kuat dasar sunnahnya pada bulan Muharram adalah memperbanyak puasa sunnah, terutama Puasa Asyura dan Tasu’a, disertai dengan peningkatan kualitas ibadah secara umum. Dengan demikian, Tahun Baru Islam dapat menjadi titik awal perubahan diri yang lebih dekat kepada Allah SWT dan lebih bermanfaat bagi sesama manusia.

- Advertisement -
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru