“Sebagai wadah dari pengusaha muda, HIPMI adalah suatu wadah yang sangat penting karena wadah ini sebagaimana tadi disampaikan melahirkan pemimpin-pemimpin. Pemimpin masyarakat, pemimpin ekonomi,” kata Presiden.
Presiden kemudian mengingatkan bahwa banyak tokoh nasional lahir dan tumbuh dari lingkungan HIPMI. Mereka tidak hanya berhasil di dunia usaha, tetapi juga mengemban berbagai jabatan strategis di pemerintahan maupun organisasi nasional.
“Pak Latif menjadi menteri, menjadi pengusaha pribumi besar, Pak Siswono juga berapa kali jadi menteri, Pak Abu Rizal Bakrie Menko, dan juga ketua partai politik besar, ketua KADIN. Sekarang Pak Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Partai Golkar, partai yang besar, beliau juga Menteri ESDM,” ujar Presiden.
Meski mengapresiasi kontribusi besar HIPMI, Presiden Prabowo mengajak seluruh peserta Munas untuk melihat kondisi bangsa secara jujur dan objektif. Menurut Presiden, berbagai tantangan dalam sistem ekonomi nasional harus dihadapi dengan keterbukaan dan semangat perbaikan bersama.
“Marilah kita bertanya kepada diri kita sendiri, apa benar-benar sistem ekonomi kita sudah berdasarkan nasionalisme? Marilah kita tanya kepada diri kita sendiri,” ujar Presiden.
Presiden menambahkan bahwa berbagai tantangan yang masih dihadapi bangsa perlu menjadi bahan refleksi bagi seluruh elemen nasional, termasuk para pengusaha muda. Oleh karena itu, Presiden mengajak HIPMI untuk terus mengambil peran strategis dalam memperkuat perekonomian nasional yang berlandaskan kepentingan bangsa.
“Di tengah peran besar itu, saya mengimbau Saudara-saudara, bersama-sama marilah kita menatap keadaan bangsa kita dengan jujur,” pungkas Presiden.


