HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana kekeringan saat ini mulai melanda sejumlah pemukiman warga, khususnya yang ada di Pulau Jawa.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, peristiwa pertama adalah kekeringan yang melanda wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
“Musim kemarau yang mulai terjadi di wilayah tersebut menyebabkan debit air dari sumber-sumber alami berkurang dan tidak lagi mencukupi kebutuhan masyarakat sehari-hari,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (11/6).
Wilayah yang mengalami kekeringan berada di Desa Kedungbenda, Kecamatan Nusawungu. Sebanyak 40 kepala keluarga terdampak akibat kejadian ini.
Merespons kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Cilacap bersama aparat setempat mendistribusikan 4.000 liter air bersih kepada masyarakat.
Peristiwa serupa terjadi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sebanyak 127 kepala keluarga di Desa Gunung Sari, Kecamatan Citeureup, menerima distribusi 5.000 liter air bersih dari BPBD Kabupaten Bogor.
“Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas berkurangnya debit sumber mata air yang menyebabkan warga kesulitan memperoleh air bersih,” ujarnya.
Masih di Provinsi Jawa Barat, kekeringan juga melanda Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Tidak adanya hujan selama kurang lebih satu bulan menyebabkan warga mengalami krisis air bersih.
“Sebanyak 30 kepala keluarga terdampak. Sebagai upaya penanganan, BPBD mendistribusikan 10.000 liter air bersih kepada warga,” imbuhnya.
Menindaklanjuti fenomena kekeringan yang mulai melanda berbagai wilayah, Abdul mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah di kawasan rawan kekeringan untuk melakukan langkah-langkah mitigasi.
“Masyarakat dapat membuat sumur resapan dan menyiapkan tandon air berkapasitas memadai sebagai cadangan air bersih. Selain itu, masyarakat juga dapat melakukan panen air hujan dengan menyiapkan drum atau wadah penampung yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. BNPB juga mengimbau masyarakat untuk melakukan penghematan dan penggunaan air secara bijak sesuai kebutuhan,” imbaunya.
“Sementara itu, bagi wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan pihak terkait untuk menyiapkan personel serta peralatan yang memadai guna mendukung respons cepat apabila terjadi kebakaran skala kecil. Masyarakat juga diimbau untuk tidak membakar sampah di lahan kering serta tidak membuka lahan dengan cara membakar,” tambahnya.


